Honorer K2 Ancam Aksi Terkait Bocornya “Surat” Nama Pengganti

Piru, Maluku
Post.com
– Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) digemparkan akibat beredarnya
surat Bupati SBB yang dialamatkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Dan Reformasi Birokrasi Cq Deputi Sumber Daya Manusia di Jakarta dengan perihal
Permohonan Usulan Pengganti Kategori II yang lulus seleksi Tahun 2013.
Akibatnya,
berbagai pihak terutama para honorer K2 yang tidak lolos seleksi sangat geram
dan marah.
Hal ini
disebabkan isi surat yang tak bernomor surat dan belum ditandatangani oleh
Bupati SBB Jacobus.F.Puttileihalat,yang diduga merupakan surat rancangan BKD SBB
yang dikomandoi oleh G.Pesireron, menggugurkan 22 orang yang lulus seleksi K2
(namun tak lulus verifikasi BKD) dan menggantikan dengan 22 orang yang
dinyatakan tidak lulus seleksi.
Ironisnya,
beberapa orang yang dikenal sebagai orator dalam aksi unjuk rasa K2 beberapa
waktu lalu, dan beberapa orang yang berada di lingkaran “Pendopo” juga turut
diakomodir dalam surat tersebut.
Terkait dengan
beredarnya surat tersebut, Bupati SBB, Jacobus Puttileihalat mengatakan bahwa
surat tersebut adalah surat rekayasa.
“Surat itu
bisa saja dibuat-buat oleh orang yang tak bertanggung jawab. Tidak ada, tidak
ada yang bawa surat itu ke saya,” ucap Puttileihalat kepada wartawan beberapa
waktu lalu.
Ditegaskan
Puttileihalat, dirinya tidak pernah mendapatkan surat yang dibuat bulan Oktober
tahun 2014 tersebut.
Sementara
itu, salah satu sumber yang bekerja di Kantor Bupati SBB dan enggan disebutkan
namanya, mengatakan bahwa BKD SBB pernah melayangkan surat tersebut ke Bupati
SBB, Jacobus F. Puttileihalat, namun surat tersebut ditolak oleh sang Bupati.
“Kita duga
surat itu bocor dari salah satu oknum teknisi komputer di Piru. Karena kita
pernah memperbaiki Laptop di dia. tidak ada masalah dengan surat itu, karena
pernah surat itu dibawa ke Bupati tapi Bupati menolaknya,” singkat sumber yang
juga bertugas di BKD SBB itu.
Beredarnya
surat tersebut, honorer K2 geram  mereka mengancam akan
melakukan aksi unjuk rasa besar-besar di depan Kantor Bupati SBB bahkan menduduki
tersebut.
“Bila
pemerintah benar-benar menyaringnya, maka banyak sekitar 40 persen yang tidak
layak administrasinya. Tapi, namanya tercantum lolos CPNS 2014 sesuai yang
berkembang di lingkup Pemkab SBB,” ujar sumber yang enggan namanya dipublikasikan. 

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan sebagai dampak tidak adilnya kebijakan yang
diambil oleh Kepala BKD cs. Baginya, birokrasi pemerintahan saat ini dinilai
tidak adil bagi nasib tenaga honorer yang telah mengabdi puluhan tahun.
 “Saya
tidak memaksa buat kawan-kawan lainnya untuk aksi, tapi kami sudah komitmen
minimal sekitar ratusan orang pegawai honorer akan ikut serta, karena hal
tersebut demi nasib kita semua” katanya.
Dikatakan
pula, aksi demo besar-besaran ini merupakan aksi yang kesekian kalinya
karena merasa pemerintah tidak fokus menyelesaikan masalah K2 bahkan Pemkab
telah melakukan pelanggaran hukum.
Untuk
diketahui surat “Kaleng”  yang tertera, pemberkasan bagi tenaga
Honorer K2 CPNSD Tahun 2013 yang dinyatakan lulus tes sesuai Surat
KepmenPAN&RB Nomor B/789/M.PAN/2/2014 tanggal 9 Pebruari 2014, perihal
pengumuman kelulusan peserta seleksi CPNS Tahun 2013 dan tenaga Honorer K2 dan
setelah dilakukan verifikasi maka terdapat temuan sebanyak 22 orang yang tidak
memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi CPNS.
Lulus K1
sebanyak 9 orang, yang dinyatakan tidak honor sebanyak 10 orang, batal tidak
mencukupi sebanyak 1 orang dan meninggal 2 orang. Terkait hal tersebut
dilakukan pengusulan nama pengganti sesuai daftar terlampir.
Nama-nama
yang dilulus K2 namun diusulkan seolah-olah tidak lulus antara lain :
Izak Yunus
Kakisina (Guru/K1), Berlenda Toker (Tenaga Kesehatan/K1), Marlen Taihuttu (T.
Kesehatan/K1), Anthonetha Makaruku (T. Kesehatan/K1), Nani Asawala (T.
Kesehatan/K1), Litta Timisella (T. Kesehatan/K1), Fanny H. Louhanapessy (T.
Kesehatan/K1), Maria Elly (T. Kesehatan/K1), Sientje Mawene (T. Kesehatan/K1),
Johanes Nuhuyan (T. Kesehatan/meninggal), Donis Pattileihalat (T.
Kesehatan/Meninggal), Wilyam Syaranamual (Kantor Camat Serbar/usia tidak
mencukupi), Rauda Manilet (UPT Dikor Waisala/Tdk Honor /TH), Yusnitha Tjotjona
(UPT Dikor Waisala/TH), Pahmi Pary (TH), Hidayat Assel (SMP LKMD Olas/TH),
Rukia Anakota (SD Inpres Luhu Lama/TH), Meity Ronald Mauasa (SD Inpres
Loun/TH), Dessy Lilian Pattiasina (SMPN 3 Kairatu/TH), Tabitha Picasouw (SDN
Elpaputih/TH), Dorcas Nurue (SMPK Mornaten/TH) dan Inggrid Purwanto (TH).
Dari
nama-nama tersebut diatas setelah dinyatakan lulus namun diganti tidak lulus.
Nama-nama pengganti yang tidak lulus tes namun karena tekanan Bupati (Jacobus F
Puttileihalat, S.Sos, MM) saat ini diusulkan ke MenPAN&RB dengan menetapkan
bahwa mereka pernah honor dari Tahun 2005 sampai sekarang, antara lain :
Jesslin Sahetapy (Kebangpolinmas), Ricky Amstrong Syaranamual (Dishub),
Siliwanus Tehusijarana (PU), Paulus Ahuadara (PU), Wisje Titawano (DPPKAD),
Melky Womaly (DPPKAD), Harman Ohorella (Setda), Reinhard Wenger (Satpol PP),
Umar Sanaky (Satpol PP), Edvin Titioika (Satpol PP), Karel Ferdinandus (Umum),
Adolfis Agustinus Silahollo (Umum), Jordanus Kakisina (DPPKAD), Marlen
Matinahoru (Umum), Melianus Julius Kuhuwael (Umum), Albertina Kristhina
Sepalatu (Umum), Elsye Pattianakotta (Umum), Yohana Souhaly (Umum), Lukas S.G.
Pelatu (Umum), Dina Limaheluw (BKD), Vera Manintamahu (BKD), Alfonsina
Pattiserlihun (Dinsos).
Perlu diketahui,
Honorer K2 oleh Menpan&RB dinayatakan lulus sebanyak 492 orang, sampai saat
ini oleh pemkab SBB belum mengumumkan secara transparan kepada Masyarakat
meskipun masyarakat dapat mengakses melalui situs resmi MenPAN.
Namun
anehnya saat ini Pemda SBB melalui BKD berulah kembali dengan menganulir K2
yang lulus test kemudian nama-nama mereka diganti dengan orang-orang yang
menetap “di seputaran pendopo”.
Ironis
memang nasib K2 yang jauh dari lingkaran “istana” sampai saat ini Pemkab SBB
belum mengumumkan kelulusan K2 dan CPNS yang ikut ujian dengan Sistem Computer
assisted Test (CAT). Hal ini akan menambah daftar panjang nasib orang-orang
terpinggirkan. (10)

Pos terkait