![]() |
| Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail |
“Anggota Brimob dan polisi itu sama dengan masyarakat, jangan kalau ada oknum bikin sesuatu tetapi dibesar-besarkan oleh media masa,” kata Kapolda di Ambon, Sabtu (11/4).
Khusus untuk insiden di Kampung Morekau itu berawal dari anggota Brimob dipukul dan yang bersangkutan kembali bersama teman-temannya.
Setelah itu, Raja (kepala desa) merasa ketakutan lalu melaporkan kejadian tersebut kepada DPRD provinsi dimana Dansat Brimob Polda Maluku bersama Kapolres SBB sudah bicara untuk menyelesaikan persoalan.
Sehingga lewat mediasi DPRD provinsi, masalah ini sudah diselesaikan secara damai antara Brimob dengan warga lewat saniri negeri Morekau.
Karena sudah tidak ada lagi masalah, Raja Morekau juga telah mengundang Dansat Brimob ke sana dan diterima baik-baik, tapi masyarakat di sini yang ribut.
“Raja takut jangan sampai ada pembalasan, tetapi saya jamin tidak ada anggota polisi atau Brimob menyerang lagi kampung itu,” tegasnya.
Kapolda juga minta media massa tidak tendensius dalam menyajikan pemberitaan yang memperuncing suasana tetapi objektif dan tidak menyesatkan.
“Jangan cuma melihat anggota kita bertindak kasar, tetapi ketika dipukul atau dikeroyok tidak disoroti media,” ujar Kapolda. (ant/MP)


