Yulen kermite, salah satu penghuni kost-kostan di lokasi kejadian mengatakan saat dirinya ada diluar kamar kost, dia melihat titik mula api berasal dari salah satu kamar kost yang dihuni Glemen Arlin Pasinalo (egen) siswa kelas XI SMK Kristen Piru.
Hal ini membuatnya panik dan meminta tolong warga sekitar untuk membantu memadamkan api.
“Saya sementara beraktivitas, kira kira pukul 18.40 sore saya melihat ada api dilantai dua kos-kosan. Api itu berawal dari kamar Egen. Melihat api yang dengan cepat menjalar, kita langsung mencabut sekring listrik. Saat itu kita tidak dapat menyalakan mesin air untuk menyiram api karena, api sudah menjalar bangunan kos. Kita langsung keluar dan minta tolong,” ungkap Kermite.
Kejadian kebakaran tersebut berlangsung cepat, apalagi kondisi angin sehingga kebakaran besar tidak dapat dihindar, namun dengan sigap beberapa warga sekitar membantu memadamkan api
Kermite memprediksikan kebakaran tersebut terjadi akibat terjadi arus pendek.
“Saya lihat sudah terbakar di kamar atas bagian tengah. Itu mungkin karena korselting listrik. Kamar itu milik egen,dan pemiliknya juga tak ada di tempat. dia (egen) tidak bakar lilin, karena lampu sedang nyala,” katanya.
Sementara Glemen Arlin Pasinalo siswa kelas XI SMK Kristen Piru, pemilik kamar yang diduga merupakan awal titik api kepada media ini mengatakan saat kejadian pihaknya tidak berada di Kamar Kos.
“Saat itu saya dengan teman-teman lagi duduk di tempat santai depan jalan. kita mendengar suara teriak minta tolong, kita langsung berlari menuju suara minta tolong itu. eh tahunya kita lihat, sudah ada kepulan asap dan api di kost-kostan. Kita langsung ke kost-kostan dan langsung berusaha mengungsikan barang-barang yang dapat kita ungsikan,” ungkap Egen.
Sementara itu, Pemilik rumah kontrakan (kost-kostan) Corneles Risakotta saat kejadian juga tak berada di tempat, alhasil hanya sedikit barang yang berhasil diamankan oleh Penghuni Kos-kosan.
Pantauan Koran ini di lokasi Tempat Kejadian Perkara, api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah warga, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya mobil Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Daerah.
Warga yang berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Api pun berhasil dijinakkan 3 jam, yakni pukul 21.00 WIT, hingga berita dipublikasikan pihak Polres SBB masih melakukan pemeriksaan pada beberapa orang saksi.
Akibat kebakaran ini, kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan juta rupiah. (10)


