Barends Berikan Pembobotan Program Nasional ke Daerah

Ambon, Malukupost.com– Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI asal Maluku, Mercy Ch. Barends, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5) kemarin memberikan pembobotan terhadap berbagai program nasional di Maluku melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Program Nasional yang diberikan pembobotan diantaranya Program Poros Maritim Dunia, Tol Laut dan Lumbung Ikan Nasional (LIN).

“Sosialisasi dalam rangka pemberian pembobotan terhadap berbagai kesiapan daerah menyambut program nasional didalamnya Poros Maritim, Tol Laut dan Lumbung Ikan Nasional yang sementara ini digenjot oleh pemerintah harus terekspos secara baik sehingga pola pikir atau mainseat masyarakat bisa teratasi dalam menyambut program tersebut,”ujar Barends dalam sosialisasinya di Aula Kampus Unversitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM).

Sosialisasi ini, kata Barends untuk memberikan tekanan pada isu/tema tertentu yakni Reposisi peran perempuan dalam implementasi konsep Tol Laut, Poros maritim dan Lumbung Ikan Nasional.

Pemilihan tema ini, menurutnya dilakukan untuk menyeleraskan pada visi membangun Indonesia dari laut dimana Provinsi Maluku sebagai salah satu provinsi yang memiliki potensi wilayah laut yang amat luas sehingga berkepentingan dalam pembangunan dan implementasi program ini.

“Dalam visi Membangun Indonesia dari laut yang digagas oleh Presiden RI Joko Widodo maka Maluku juga memiliki kepentingan yang sama guna mengimplementasi program tersebut lantaran Maluku memiliki potensi laut yang amat luas,”katanya.

Disamping itu, Politisi muda asal PDI-Perjuangan ini juga mengatakan penyamaan presepsi terhadap ketiga konsep tersebut sangat berkaitan penting dalam penyiapan infrastruktur di daerah.

“Maluku dalam proses penjemputan program tersebut telah signifikan termasuk didalamnya menyiapkan kelompok perempuan yang terlibat langsung sebagai implementator maupun sebgai penerima manfaat pembangunan di daerah,”katanya.

Barends menambahkan Konsep ‘Tol Laut’ yang digagas oleh Presiden Jokowi bukanlah membangun jalan tol di atas laut, melainkan penyediaan sistem distribusi logistik menggunakan kapal besar yang menghubungkan pelabuhan di jalur utama Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku, sampai Papua.

“Ingat yah, konsep To Laut yang digagas pak Presiden bukan berarti harus membangun tol di atas permukaan laut namun membangun serta mendistribusikan logistik menggunakan kapal yang menghubungkan pelabuhan jalur laut,”Ucapnya.(08)

Pos terkait