FPOM Desak Pembekuan Porlasi, PJSI dan Persani Maluku

Ambon, Maluku Post.com – Ketua Umum interim Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Joses Dos Santos Walalayo mendukung usulan pembekuan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Maluku masa bakti 2010-2014 karena tak pernah menggelar pembinaan berjenjang dan menerapkan manajemen bak tukang bakso.

Bahkan, Walalayo mendesak KONI Maluku segera membentuk Tim Transisi untuk membentuk kepengurusan Porlasi Maluku periodesasi 5 tahun ke depan. 

“Saya dukung sekali wacana pembekuan Porlasi Maluku oleh KONI Maluku. Karena itu, jika Kemenpora berani membekukan PSSI dengan membentuk tim transisi, KONI Maluku juga harus menempuh kebijakan serupa terhadap Porlasi Maluku yang mati suri,” serunya dalam bincang-bincang dengan Maluku Post di Café Joas, Jalan Said Perintah Ambon, Kamis (21/5).

Menurut Walalayo, pembekuan Pengprov Porlasi Maluku bukan tanpa alasan jelas karena selama ini Porlasi terus memperoleh uang pembinaan KONI Maluku, namun tak pernah melatih atlet-atlet usia dini maupun para remaja lokal.

“Hampir sebagian besar praktisi maupun pemerhati olahraga di Maluku kan tahu kalau Porlasi itu tak pernah bina atlet lokal, tapi pengurusnya manggurebe dan galojo pergi PON dengan menggunakan tenaga prajurit-prajurit TNI-AL yang bertugas merawat perahu-perahu layar di Halong. KONI Maluku harus buka mata dong menyikapi hal ini,” tandasnya.

Selain Porlasi, Walalayo juga mendesak KONI Maluku membekukan kepengurusan Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Maluku, Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Maluku dan pengprov cabor lain yang mati suri dan tak pernah melakoni pembinaan dan pelatihan berjenjang dan kontinyu.

“Jangan hanya bentuk pengprov cabor untuk cari kepeng, tapi seng pernah bikin pelatihan. Sudah saatnya KONI Maluku menyikapi kondisi ini secara arif dan profesional,” tutupnya. (09)

Pos terkait