“Kalau sampai sepakbola gagal berlaga di kualifikasi PON XIX, ini patut dipertanyakan. Sejauh ini Asprov PSSI Maluku bikin apa dengan anggaran-anggaran pembinaan dari FIFA yang dikirim ke PSSI dan Asprov PSSI di seluruh Indonesia, termasuk Asprov PSSI Maluku,” tegas Santos kepada Maluku Post via ponselnya, Rabu (27/5).
Menurut Ketum FPOM, keinginan Asprov PSSI Maluku meminta bantuan PT Nusaina untuk menangani tim sepakbola Maluku ke Pra PON adalah pelarian dari tanggung jawab pembinaan berkepanjangan dari otoritas sepakbola Maluku itu.
“Sah-sah saja KONI Maluku tidak memberikan anggaran bagi sepakbola ke Pra PON, tetapi Asprov PSSI Maluku jangan lagi lari dari tanggung jawab utama untuk membiayai tim sepakbola agar Maluku bisa berlaga di Pra PON, bahkan mungkin PON kalau lolos kualifikasi. Ini catatan kritis yang saya tujukan ke Asprov PSSI Maluku,” tutup Santos. (09)


