Melanggar Statuta, Persenam Namlea Harus Disanksi Tegas

Ambon, Maluku Post.com – Koar pelatih Persenam Namlea, Said Saanun di salah satu media cetak lokal, bahwa pihaknya menargetkan tim asal Kabupaten Buru itu lolos Piala Nusantara zona Maluku tahun 2015 mendapat tanggapan sinis Wakil Ketua Umum Aliansi Masyarakat Peduli Dunia Olahraga Maluku (AMPDOM) Domi Alexander Latupeirissa.

Aktivis mahasiswa pemerhati olahraga Maluku ini mendesak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku segera memberikan sanksi tegas kepada manajemen Persenam atas aksi walk out dari kompetisi resmi Liga Nusantara Piala Gubernur Maluku 2014 di Kota Ambon.

“Sudah sepantasnya Persenam dijatuhkan sanksi tak boleh ikut Piala Nusantara untuk dua edisi ke depan karena tim ini pergi meninggalkan kompetisi resmi PSSI tanpa pemberitahuan resmi ke Panpel maupun Asprov PSSI Maluku. Ini penting agar manajemen Persenam tidak berkoar-koar yang pada prinsipnya membohongi publik sekaligus agar ada efek jera kepada tim yang lain jika melakukan hal yang sama,” cetus Domi kepada Maluku Post di Café Barista Ambon, Selasa (5/5)
.
Sebagaimana diketahui Persenam secara diam-diam mengundurkan diri dari kompetisi resmi Liga Nusantara Piala Gubernur Maluku 2014 dengan alasan salah satu manajernya meninggal dunia, padahal di saat bersamaan finansial mereka sudah habis untuk melanjutkan kompetisi.

“Sesuai statuta PSSI, Persenam harus disanksi berupa larangan bermain untuk kompetisi serupa di tahun berikutnya,” tandasnya.

Domi berharap kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan Piala Nusantara zona Maluku tahun lalu dievaluasi, sehingga kualitas kompetisi resmi PSSI itu terjaga.

“Bagi tim yang tidak mampu seharusnya dengan berani membatalkan diri, daripada mau ikut ramai tapi akhirnya karena tidak mampu lantas menyalahkan panitia yang bukan-bukan. Asprov PSSI Maluku sudah harus jeli menyikapi fenomena Persenam dan tim lokal lain yang secara finansial tidak mampu mengikuti kompetisi Piala Nusantara,” ingatnya. (09)

Pos terkait