![]() |
| Miron Hehanussa |
Event ini menurut pelatih tim futsal Pra PON Maluku Oei Sianatra Wijaya akan dimanfaatkan sebagai ajang seleksi lanjutan terhadap bibit-bibit potensial yang kelak bergabung dalam skuat Maluku ke babak kualifikasi PON akhir tahun ini.
Namun, di tengah bergulirnya turnamen berhadiah total Rp 10 juta ini, pihak Panitia Penyelenggara Arrow Cup kali ini dituding tidak becus dan tidak profesional karena diduga sengaja mempertemukan tim-tim favorit sejak laga penyisihan berlangsung, sementara tim tuan rumah mendapat ‘bye dan hanya bertemu tim-tim kelas bawah.
“Harusnya kan bagan dibuat terbuka, bukan tertutup seperti yang dibuat Panpel Arrow Cup 2015. Terus hanya namanya tim unggulan itu harus diundi dan dimasukan ke dalam grup yang diisi tim-tim lemah, bukan seperti yang dibuat Panpel. Sepertinya ada skenario meloloskan Arrow sebagai juara ,” keluh sejumlah manajer tim kontestan kepada Maluku Post, di Ambon, Jumat (8/5).
Mereka berharap ke depan Panpel Arrow Cup lebih transparan dan profesional sehingga turnamen ini mendapat perhatian serius banyak kalangan.
“Kami optimis kalau turnamen ini dikemas dengan baik, pasti akan banyak yang mau ikut,” timpal mereka.
Ketua Panpel Arrow Cup 2015 Miron Hehanussa enggan berkomentar panjang menyangkut komplain sejumlah tim manajer kontestan itu.
“Jangan komentar lagi Bung. Biar saja orang mau bilang apa, terserah saja,” kilahnya. (09)


