Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, di Ambon, Selasa (26/5) mengatakan, enam komitmen yang dihasilkan dan akan dilakukan bersama semua komponen tersebut yakni memperkuat roadmap pengembangan maritim yang terintegrasi serta memperkuat monitoring dan koordinasi pengembangan ekonomi berbasis maritim.
Memperkuat upaya dalam mendorong pembiayaan bank dan non bank di sektor maritim, diantaranya melalui pembinaan klaster Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis maritim dan mengembangkan berbagai model pembiayaan usaha, termasuk mengkaji pola hubungan usaha besar dan UMKM yang saling menguntungkan.
Mempercepat optimalisasi kebijakan-kebijakan dalam jangka pendek. Optimalisasi itu berupa mitigasi dampak jangka pendek dari kebijakan di bidang perikanan serta penyediaan kapal untuk kelancaran pasokan di kawasan timur Indonesia.
Selain itu, peningkatan produktivitas ekonomi kelautan dan perikanan melalui pemberantasan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing, perbaikan iklim usaha yang kondusif serta inovasi ilmi pengetahuan dan teknologi (iptek).
Percepatan infrastruktur poros maritim dengan mengembangkan industri perkapalan dan pelayaran nasional, pengembangan tol laut, pelabuhan laut dalam dan logistik, serta menjamin ketersediaan listrik di daerah perbatasan.
Memperkuat peran serta pemerintah daerah secara sinergis dalam mendukung implementasi berbagai kebijakan pengembangan ekonomi berbasis maritim.
Menurut Agus Martowardojo, enam komitmen yang dihasilkan dalam rakor tersebut merupakan salah satu langkah tepat sekaligus terobosan untuk menggenjot pengembangan ekonomi berbasis maritim di tanah air.
“Pengembangan ekonomi berbasis maritim merupakan terobosan tepat untuk menghadapi tantangan perekonomian yang semakin berat,” katanya.
Dia mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren melambat dalam beberapa tahun terakhir. Pada kuartal pertama tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 4,7 persen.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi ini, ujarnya, dipengaruhi faktor eksternal terkait pemulihan ekonomi global, sedangkan dari sisi domestik perekonomian juga menghadapi persoalan struktural di sektor riil.
Rakor yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Maluku tersebut, dibuka Menko Kemaritiman Indoroyono Susilo dan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan serta Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad.
Rakor juga dihadiri kepala daerah dari empat provinsi di Indonesia Timur yakni Gubernur Maluku Said Assagaff, Wagub Maluku Zeth Sahuburua, Wagub Maluku Utara M. Natsir Thaib, Sekda Papua Herry Dosinaen dan Sekda Papua Barat Nathaniel D Mandacan. (ant/MP)


