“Sebenarnya sepakbola Maluku punya potensi yang luar biasa dan disegani jika dibina serius dan dikelola baik dan profesional. Persoalannya sekarang belum ada sosok yang mau berkorban sepenuhnya untuk membangun sepakbola Maluku,” ungkap Aji yang juga pelatih kepala Tim Pra PON Maluku ini dalam bincang-bincang dengan Maluku Post di Ambon, Kamis (8/5).
Aji memaparkan meski belum ada satu pun tim elite Maluku yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL), namun dari seluruh kelompok usia timnas Indonesia selalu berjejer pemain-pemain asal Maluku.
“Kita (Maluku) memang tak punya klub elite di ISL maupun Divisi Utama PSSI, tetapi kalau bicara timnas, Maluku menjadi daerah utama pemasok pemain-pemain ke timnas Indonesia. Beda dengan Jawa Timur dan Papua, misalnya, yang punya klub-klub elite di ISL dan Divisi Utama, tetapi kadang-kadang hanya menyumbang beberapa pemain di timnas. Tapi, jujur saja kita perlu belajar banyak dari manajemen sepakbola di Jatim dan Papua, meski talenta orang Maluku di sepakbola sangat luar biasa dan sudah banyak memberikan kontribusi bagi dunia persepakbolaan nasional maupun internasional,” ulas pelatih Nusaina FC ini.
Aji mengaku prihatin melihat atmosfer persepakbolaan Maluku karena ketidakpedulian pemerintah daerah maupun mental stakeholders sepakbola yang tidak jujur.
“Di Papua itu seluruh daerah tingkat dua punya klub di Divisi Satu hingga ISL, kita di Maluku dari 11 kabupaten dan kota tak ada satu pun tim elite di Divisi Satu maupun ISL. Berarti kalau mau jujur pemda kita di sini sama sekali tidak punya kepedulian membangun sepakbola. Lihat juga sekarang bagaimana KONI Maluku tidak mengalokasikan anggaran bagi sepakbola ke Pra PON (2015), padahal kalau ada anggarannya kita pasti berjuang keras agar Maluku bisa lolos PON,” sumbarnya.
Aji optimis jika seluruh pemerintah kabupaten kota di Maluku fokus membangun sepakbola, kelak akan lahir klub elite asal Maluku yang akan berprestasi di Divisi Utama maupun ISL.
“Soal kapannya itu tergantung pemda dan PSSI saja. Prinsipnya kita siap melatih,” pungkasnya. (09)


