Konsolidasi organisasi cabang olahraga yang digagas KONI Maluku 2013-2017 punya sasaran utama merevitalisasi pengprov cabor yang telah kedaluarsa.
Rencana kubu Far Far untuk menggelar Musprov PBVSI Maluku pada 29 Februari 2015 ternyata belum mampu dibuktikan hingga saat ini sehingga memantik reaksi keras sebagian pengurus maupun praktisi bola voli Maluku.
Menurut mereka, kepengurusan PBVSI Maluku periodesasi 5 tahun terakhir tidak peka terhadap dinamika keolahragaan menyongsong kualifikasi PON maupun PON XIX 2016 Jawa Barat.
Ironisnya, kepengurusan demisioner PBVSI Maluku masih diberikan angin segar untuk menyeleksi atlet dan pelatih masuk Pemusatan Latihan Daerah Maluku Prestasi menuju Pra PON 2015 dan PON 2016.
Dari seleksi itu muncul kritikan pedas karena ada pemain yang diduga memalsukan ijazah maupun memalsukan usia sehingga dikhawatirkan berdampak bagi tim Maluku yang akan berlaga di kualifikasi PON pada akhir tahun ini.
Sayangnya ketika dikonfirmasi nomor ponsel Sekum PBVSI Maluku Pieter Manuputty tak aktif hingga berita ini naik cetak. (09)


