PHBS merupakan upaya memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan memberikan informasi dan eduksi, kata Kadis Kesehatan kota Ambon, Treesje Tory di Ambon, Senin (8/6).
“PHBS yang ada di masyarakat sudah mulai berjalan walaupun sebagian masyarakat ada yang belum menerapkan akibat keterbatasa informasi, sehingga kami berupaya melakukan sosialisasi kepada aparatur desa,” katanya.
Menurut dia, PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat.
Penerapan PHBS di rumah tangga adalah upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar paham dan mampu melaksanakan PHBS dengan kesadaran penuh.
“Manfaat PHBS untuk keluarga yaitu kesehatan, anak dapat tumbuh cerdas, giat bekerja, fokus pengeluaran pada gizi, pendidikan dan modal usaha. Sedangkan untuk masyarakat, manfaat PHBS adalagh mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan,” katanya.
Dijelaskan Treesje ada sepuluh indikator PHBS yakni, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi air susu ibu (ASI) ekslusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.
Selain itu menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah.
“Kita berharap pelaksanaan sepuluh indikator PHBS angka kesakitan bisa ditekan. Kita tahu untuk mencegah itu lebih mudah, dibandingkan mengobati, karena itu jika PHBS bisa diterapkan di kelauarga maka bisa menurunkan angka sakit,” ujarnya.
Ia mengakui, derajat kesehatan masyarakat ditentukan faktor lingkungan dan perilaku .Jika lingkungan tidak bersih maka dapat dipastikan derajat kesehatan kurang baik.
“Tetapi sebaliknya jika perilaku masyarakat baik tetapi lingkungan tidak bersih, dapat ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan berbagai macam jenis penyakit,” tandasnya.
Treesje menambahkan, peran aparatur desa juga sangat penting untuk meningkatkan PHBS. Petugas Kelurahan atau desa diharapkan melakukan pendataan PHBS setiap rumah tangga.
“Upaya ini diharapkan dapat Mmemotivasi masyarakat agar memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta memberikan wacana kepada masyarakat tentang dunia kesehatan dan bahaya dari tidak diterapkannya PHBS,” katanya. (ant/MP)


