“Permintaan ini juga sudah disampaikan lewat satu koordinasi yang baik antara Pemda Maluku dengan pihak terkait yang ada dalam tim ekonomi Maluku, guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadhan hingga Idul Fitri,” kata Kepala Disperindag Provinsi Maluku Frangky Papilaya, di Ambon, Sabtu (13/6).
Ia menyatakan, Gubernur Maluku Said Assagaf pun sudah mengirim surat kepada bupati dan wali kota terkait masalah ini.
Selain itu, sudah ada pula komunikasi antar provinsi terkait pemuatan barang yang harus diprioritaskan yakni bahan kebutuhan pokok.
“Setelah barang itu tiba di pelabuhan Yos Soedarso Ambon, akan dikoordinasikan lagi supaya kegiatan bongkar muat mengutamakan bahan kebutuhan pokok,” ujarnya.
Upaya-upaya tersebut, kata Frangky, dilakukan untuk membantu warga masyarakat, terutama umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Sedangkan terkait harga yang diterapkan para pedagang pengecer di pasar yang selalu berubah-ubah, ia mengatakan secara teknis harus ditangani oleh Dinas Perdagangan kabupaten/kota.
“Karena memang Disperindag kabupaten/kota yang mengeluarkan izin usaha bagi para pedagang. Kami di provinsi kan tidak punya akses langsung ke lapangan,” katanya.
“Jadi kalau ada terjadi kenaikan harga yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka aparat di kabupaten/kota harus secepatnya mengambil langkah dengan mengundang pedagang dan menanyakan alasan apa sehingga harga dinaikkan. Bila perlu berikan peringatan atau sanksi tegas,” katanya menambahkan. (ant/MP)


