“Saya menyambut baik kegiatan ini karena menjadi pilihan bijak bagi pelajar dan remaja dalam mengisi hari-hari sepanjang bulan suci Ramadhan dengan aktivitas yang positif,” kata Gubernur Said, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Maluku, Udjir Halid, pada pembukaan kegiatan itu, Kamis (25/6).
Pesantren kilat dan pekan Ramadhan tingkat SMK se-Kota Ambon, diselenggarakan kerja sama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) se-Kota Ambon, Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Fatayat NU Provinsi Maluku.
Menurut Gubernur Said, pesantren kilat yang biasa dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan, memiliki peran sangat penting dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pelajar dan remaja serta memberikan nilai tambah dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
“Pesantren kilat akan membangun kesadaran para pelajar dan remaja serta kesempatan memperbaiki diri maupun memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah,” katanya.
Dikatakan, di era globalisasi dan revolusi teknologi dewasa ini, telah menimbulkan dampak sosial yang secara perlahan menggerus nilai-nilai etika, moral dan agama generasi muda bangsa, mengakibatkan perubahan perilaku yang ditunjukkan dengan aksi kekerasan seperti tawuran, perkelahian dan penyalahgunaan narkoba, sehingga menjadi keprihatinan seluruh elemen bangsa.
“Kegiatan pesantren kilat dan pekan Ramadhan harus digelorakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai momentum edukatif yang strategis dan religius bagi pelajar dan remaja untuk menanamkan dan mengembangkan perilaku hidup generasi muda yang cerdas, bermoral, berakhlak dan berbudi pekerti luhur,” ujar Gubernur Said.
Selanjutnya, tambah dia, kegiatan pesantren kilat harus menjadi media pembinaan yang dilakukan secara intensif terhadap pelajar dan remaja sejak dini, tidak hanya melibatkan mereka, orangtua dan guru tetapi juga membutuhkan dukungan dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat, karena ini sesungguhnya merupakan investasi di dunia dan akhirat.
“Bagi pelajar dan remaja, kegiatan ini harus menjadi wahana untuk mempelajari dan mendalami agama Islam seperti membaca dan menghafal surat-surat Alquran, berdoa, dan lainnya, serta sangat membantu orangtua dalam mendidik dan membentuk putra-putrinya menjadi insan yang berkarakter Islami dan generasi muda yang shaleh dan shalehah,” kata Gubernur Said.
Sedangkan bagi guru atau pendidik, lanjutnya, kegiatan pesantren kilat merupakan bentuk kerja sosial yang bernilai ibadah dan dijalani dengan penuh keikhlasan, sehingga akan mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Saya berharap, semua peserta Pesantren Kilat dan Pekan Ramadhan dapat memanfaatkan mementum bulan suci Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas ketakwaan, keimanan dan pengetahuan agama. Karena apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini, kiranya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memperbaiki akhlak, mental dan moral yang Islami,” katanya. (ant/MP)


