KONI Maluku Harus Fokus Bina Cabor Unggulan

Ambon, Maluku Post.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Maluku dimintakan tetap fokus membina cabang-cabang prioritas agar target meraih maksimal delapan medali emas di PON XIX 2016 Jawa Barat dapat terealisasi.

Keinginan cabor-cabor non unggulan atau cabor-cabor non prioritas mengikuti babak kualifikasi PON (Pra PON) pada akhir 2015 mestinya disikapi profesional dan selektif dalam rangka mengefisiensi keuangan daerah.

“Sebagai pemerhati olahraga kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada pak Tony Pariela dan kawan-kawan di KONI Maluku untuk fokus membina cabang-cabang unggulan dan potensial daerah, sehingga target di PON 2016 dapat terwujud, bahkan terlampaui,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Aliansi Masyarakat Peduli Dunia Olahraga (AMPDOM) Domi Alexander Latupeirissa dalam bincang-bincang dengan Maluku Post di Café Joas, Jalan Said Perintah Ambon, Sabtu (6/6).

Domi menguraikan tinju, atletik, dayung, selam, anggar, karate, kempo, taekwondo, futsal dan sepakbola merupakan cabor-cabor potensial yang kelak menjadi pundi-pundi medali bagi kontingen Maluku di PON 2016 maupun di event-event nasional selanjutnya.

“KONI Maluku harus bisa belajar dari Lampung, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Tenggara atau provinsi lain yang selama puluhan tahun tetap fokus pada pembinaan cabor yang banyak menyediakan medali seperti angkat besi, atletik, renang, dayung, angkat besi, tinju dan lainnya. Kita di sini sebenarnya harus bisa mengikuti strategi seperti itu. Maksudnya, jangan terlena dengan cabor yang hanya menyediakan sedikit medali dan sering bikin ulah soal minimnya alokasi anggaran pembinaan. Fokus saja pada cabor-cabor yang banyak menyediakan medali,” imbaunya.

Sementara itu Koordinator Komunitas Masyarakat Pemerhati Olahraga Maluku (KMPOM) Abdul Fattah Nur juga berpanggangan serupa.

“Sejak dulu ranking Maluku selalu di posisi 20 ke atas karena pembinaannya tidak fokus ke cabor yang banyak menyediakan medali, misalnya renang, atletik, dayung, anggar dan lainnya. Kalaupun atletik, itu hanya ke nomor lari, sementara nomor lompat dan lempar kurang dibina serius, padahal banyak potensi yang bisa dikembangkan di Maluku. Saya lihat stakeholders olahraga di sini kurang serius dan hanya terfokus pada hal-hal di luar konsep pembinaan olahraga yang sesungguhnya. Stakeholders olahraga di sini masih pasif dan hanya menunggu bola sehingga banyak potensi di 11 kabupaten dan kota yang tidak terpantau baik,” paparnya. (09)

Pos terkait