Ambon, Maluku Post.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku sudah saatnya menyusun grand desain strategi penyusunan program pembinaan cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan maupun diperlombakan pada Olimpiade atau Paraolimpic Games mengingat banyaknya medali yang diperebutkan di cabang-cabang tersebut.
Artinya, atletik, tinju, dayung, panahan, menembak , tenis meja, bulu tangkis hingga renang punya potensi luar biasa jika dibina serius untuk tujuan utama melahirkan atlet-atlet potensial nasional di masa mendatang.
“Saya pikir sudah saatnya cabang-cabang yang dipertandingkan atau diperlombakan di Olimpiade, seperti atletik, renang, tinju, dayung dan sebagainya dibina serius oleh KONI Maluku, sebab cabang-cabang itu banyak menyediakan medali dan seringkali dipertandingkan atau diperlombakan di Olimpiade,” usul Koordinator Koalisi Masyarakat Pemerhati Olahraga Maluku (KMPOM) Abdul Fattah Nur kepada Maluku Post via ponselnya, Selasa (30/6).
Dengan menyiapkan strategi pembinaan cabor olimpiade, ujar Abdul, dia optimis kelak Maluku akan menjadi gudangnya atlet-atlet potensial Indonesia di pelbagai event olahraga regional maupun internasional.
“Kalau mulai sekarang dibina dan dikembangkan cabor olimpic, saya optimis suatu ketika akan banyak atlet-atlet berbakat nasional yang lahir dari Maluku,” ujar pria Dayak-Sunda ini.
Abdul mengakui pembinaan cabor olimpiade akan terbentur dukungan pendanaan. Namun demikian, dia berujar jika ada komitmen tulus dan keseriusan pengurus KONI Maluku strategi pembinaan tersebut akan tercapai meski secara gradual.
“Semuanya pasti butuh dana, tetapi lebih baik memulai daripada tak pernah memulai,” pungkas pemilik Trigen Ambon FC ini. (09)


