Menag : Awal Puasa Tunggu Hasil Musayawarah

Ambon, Maluku Post.com – Sore ini, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin bersama Tokoh Agama, para ulama, serta organisasi-organisasi Masyarakat agama islam dan berbagai pakar astronomi pada lembaga negara akan melakukan sidang isbat guna menentukan awal Ramadhan atau puasa.

Menteri menjelaskan, sebagaimana biasanya, sidang isbat memusyawarahkan penentuan awal Ramadhan berdasarkan dua metode utama, yakni rukyatul hilal (pengamatan pada bulan) dan hisab (perhitungan astronomis).

“ Dalam pelaksanaan sidang isbat, nantinya akan dilakukan musyawarah untuk kemudian kita samakan persepsi kita dalam menentukan satu Ramadhan, jadi nanti setelah magrib kita menerima laporan dari berbagai tempat yang dianggap dapat mengamati penampakan bulan. Baru kemudian majelis sidang dapat menetapkan awal puasa berdasarkan hasil rukyat apa pun hasilnya dapat melihat bulan atau tidak,” jelas menteri kepada wartawan di Ambon, Senin (15/6).

Menteri mengaku tak dapat memperkirakan awal Ramadhan karena semua bergantung pada hasil rukyatul hilal dan keputusan sidang isbat. Dia hanya menjelaskan, kalau besok terlihat penampakan bulan sabit sebagai tanda awal bulan, 1 Ramadhan ditetapkan pada 17 Juni 2015. Kalau sebaliknya, usia bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

“ Jadi keputusan awal puasa nanti akan ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah.” Tegas menteri (08)

Pos terkait