Panitia LKS Provinsi Maluku Ingkar Janji

Diduga Ada Skenario Berangkatkan Peserta Yang Kalah

Ambon, Maluku Post.com – Panitia Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat provinsi Maluku Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dianggap telah ingkar janji dan tidak taat pada komitmen mereka sendiri.

Pasalnya Panitia LKS tingkat Provinsi Maluku yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku ini, tega menggugurkan bahkan diduga menipu pemenang salah satu mata lomba yang dipertandingkan dalam LKS.

Hal ini dilakukan panitia LKS diduga lantaran adanya skenario panitia LKS Dinas Pendidikan Provinsi Maluku hendak memberangkatkan peserta lomba yang kalah dalam lomba tersebut.

Buktinya panitia LKS secara sepihak menolak memberangkatkan Flademir Kelmaskossu, siswa SMK Negeri 2 Saumlaki yang menyabet juara pertama mata lomba Informasi dan Teknologi (IT) salah satu mata lomba yang dipertandingkan dalam LKS tingkat Provinsi Maluku.

Flademir Kelmaskossu kepada wartawan di Ambon, Senin (1/6) mengungkapkan, dalam lomba tersebut dirinya berhasil menjuarai mata lomba IT dan keluar sebagai juara pertama dan berhak mewakili Maluku untuk tampil dalam LKS tingkat Nasional.

“Saat itu panitia telah menyuruh saya untuk mengepak dan mengukur badan untuk proses pembuatan pakaian kontingen Maluku yang akan tampil dalam LKS tingkat Nasional nanti,“bebernya.

Namun tiba-tiba beberapa panitia LKS mendatangi dirinya dan menyatakan dirinya tidak dapat mewakili Maluku lantaran mata lomba IT tidak dipertandingkan pada tingkat nasional. Namun ketika pendamping dari kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) mempertanyakan hal tersebut lebih jauh, panitia langsung menghilang.

Beberapa saat kemudian dirinya kembali didatangi panitia LKS tingkat Provinsi Maluku dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Dan menyatakan bahwa dirinya tidak bisa mewakili Maluku dalam LKS tingkat nasional, lantaran nilainya kurang.

Hal tersebut sempat menjadi perdebatan antara panitia dengan pendamping dari Kabupaten MTB. Dimana pendamping dari kabupaten MTB yang mendampingi Kelmaskossu selama berlangsungnya LKS tingkat Provinsi Maluku ini menunjukan bukti bahwa pada tahun sebelumnya peserta LKS untuk mata lomba IT yang mewakili Maluku pada tingkat nasional, nilainya berada jauh dari nilai yang diperoleh Flademir Kelmaskossu.

Hal tersebut sempat menjadi perdebatan dan terjadi ketegangan, namun panitia tetap bersikeras tidak akan memberangkatkan Kelmaskossu sebagai duta Maluku dalam LKS tingkat nasional.

“Saya kecewa dengan apa yang dilakukan Panitia LKS dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Mungkin panitia malu karena siswa dari kampung berhasil mengalahkan siswa-siswa sekolah unggulan di Kota Ambon,“ tandasnya.

Dilain pihak, informasi yang berhasil didapat Koran ini dari lingkup Dinas Pendidikan Provinsi Maluku menyebutkan. Tidak diberangkatkannya Kelmaskossu sebagai duta Maluku dalam LKS tingkat nasional pada mata lomba IT, merupakan skenario panitia.

Lantaran panitia merasa kehilangan muka jagoan mereka dikalahkan dalam lomba tersebut. Oleh karena itu panitia sengaja menjegal Kelmaskossu dan diduga akan memberangkatkan peserta yang lain mewakili Maluku dalam LKS tingkat nasional. (**)

Pos terkait