Gubernur Maluku dalam sambutannya, mengatakan Hari Bhakti Adhyaksa selalu dijadikan sebagai momentum untuk membangun kebersamaan, solidaritas dan kepedulian jajaran Korps Adhyaksa melalui berbagai aksi sosial, guna mendukung program-program pembangunan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.
“Kegiatan Penanaman Mangrove di sekitar Teluk Ambon ini sangat strategis dan relevan, terutama karena beberapa hari yang lalu, kita baru saja memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,”ujarnya.
Dijelaskan Assagaff, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, seluruh negara telah membangun kesepakatan dan menegaskan komitmennya untuk melakukan aksi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Menurutnya, komitmen ini juga dibangun dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan keterlibatan dan keikutsertaan masyarakat secara aktif, spontan dan kreatif melalui pendayagunaan modal sosial yang dimiliki di setiap daerah, dalam menjaga dan melestarikan sumber kekayaan alam sebagai unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional kita.
Oleh sebab itu, lanjutnya kegiatan penanaman mangrove ini bukan semata-mata merupakan gerakan sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa, tetapi lebih dari itu, dapat membangkitkan kepedulian masyarakat di pesisir pantai dan teluk Ambon, untuk secara proaktif menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di teluk Ambon. (07)


