Abraham Timisela salah tokoh masyarakat Maluku, di Ambon, Kamis (4/6) mengatakan Rakor yang dilakukan oleh Gubernur hanyalah sebuah sensasi belaka karena lebih banyak pemborosan anggaran.
“Kenapa mesti dilakukan sampai sejauh itu, kenapa tidak di kota Ambon saja. Pelaksanaan Rakor di kota Ambon lebih efektif dan tidak perlu mengeluarkan anggaran yang cukup besar,”tandas Timisela.
Menurutnya, Rakor yang dilaksanakan di Toyando belum tentu membawa dampak baik bagi pembangunan Maluku, melainkan hanya membuang anggaran semata serta juga dapat dikatakan kegiatan rakor hanyalah kegiatan jalan-jalan gubernur dan seluruh stafnya SKPD di lingkup pemerintah provinsi Maluku.
“Lebih baik anggaran tersebut diberikan kepada masyarakat miskin yang sangat memerlukan uluran tangan pemerintah melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke masyarakat kalangan bawah, dari pada diberikan kepada pejabat untuk uang perjalanan dinas,”tegasnya.
Timisela berharap, agar hal ini dapat diperhatikan secara serius oleh pemerintah provinsi maluku, terlebih khusus Gubernur Maluku agar kedepan tidak perlu lagi dilakukan rakor di lokasi yang jauh. (07)


