Warga Ambon Diimbau Antisipasi Sembilan Titik Longsor

Ambon, Maluku Post.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Ambon Enrico Matitaputty mengimbau warga masyarakat untuk mengantisipasi sembilan titik longsor di ibu kota Maluku itu.

Sembilan titik longsor itu tersebar di kawasan Air Kuning, Batu Merah, BTN Kanawa, Ongkoliong, Batu Meja, Karang Panjang, Kayu Putih, Batu Gajah, dan Passo.

“Kami Berharap di sembilan lokasi tersebut dapat dilakukan tindakan antisipasi menutup tanah dengan terpal, membuat saluran air darurat sehingga tidak terjadi longsor yang lebih besar,” kata Enrico, di Ambon, Senin (22/6).

Menurut dia, pihaknya juga telah meninjau lokasi titik longsor dan memberikan bantuan terpal kepada warga yang rumahnya terancam.

“Bantuan terpal telah kami salurkan ke titik-titik longsor tersebut, selain itu tim BPBD juga intensif melakukan pemantauan,” katanya.

Enrico mengatakan, pihaknya juga telah menyurati para camat, lurah, kades dan raja untuk membantu memberikan laporkan kejadian yang terjadi di lokasi masing-masing sehingga petugas lebih mudah melakukan penanggulangan bencana.

“Kesigapan para camat. lurah dan perangkat desa negri sangat kami harapkan, agar ketika ada laporan dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tandasnya.

Ia mengakui, posko antisipasi bencana disiagakan di kantor BPBD Karang Panjang kota Ambon untuk membantu masyarakat menyampaikan informasi dan laporan bencana.

“Jika terjadi bencana kami minta warga untuk segera melaporkan ke posko, kami juga telah melampirkan nomor telepon yang dapat dihubungi warga saat terjadi bencana,” tandasnya.

Sebelumnya kata Ebrico, pihaknya telah melatihan relawan tangguh bencana untuk memfasilitasi dan pengembangan pemberdayaan masyarkat menuju desa dan kelurahan tangguh bencana.

Pelatihan relawan tangguh bencana dilakukan bagi 60 relawan dua desa di Ambon yakni Nusaniwe dan Kilang.

“Pelatihan yang dilakukan untuk membina dan mengembangkan relawan dalam melibatkan diri pada kegiatan penanggulangan bencana dan menjadi pionir yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait