Ambon, Maluku Post.com – DPRD Maluku sangat prihatin dengan kondisi SMA unggulan Siwalima Ambon yang sangat minim sarana pendukung dan tidak memadai serta banyak ditemukan kerusakan bangunan.
“Kami melakukan sidak untuk melihat kondisi lapangan serta melakukan rapat dengan para guru yang memberikan banyak masukan tentang kondisi bangunan sekolah unggulan tersebut,” kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw di Ambon, Rabu (29/7).
Richard menyatakan para guru sekolah itu menuturkan bahwa bagian asrama putera yang dibangun sejak tahun 1994 tidak berfungsi lagi karena sebagian besar bangunannya rusak dan bocor, tetapi tidak pernah direnovasi Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Provinsi Maluku.
Kemudian laboratorium kimia dan biologi yang baru dibangun pada 2013 tidak bisa dipergunakan siswa karena konstruksinya tidak sesuai dengan seharusnya.
“Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di asrama puteri juga rusak, padahal baru direnovasi belum terlalu lama karena terkesan dikerjakan asal jadi,” tandasnya.
Richard menyatakan banyak infrastruktur di sekolah itu yang kurang, termasuk laboratorium teknologi informasi. Selain itu, hanya empat unit komputer yang berfiungsi sementara 30 unit lainnya rusak.
Para guru, kata dia, juga mengeluhkan pagar sekolah yang dibangun terlalu rendah sehingga sering terjadi aksi pencurian barang elektronik milik siswa.
Keluhan lainnya berupa keterlambatan pembayaran uang saku kepada siswa, padahal sudah dianggarkan dalam APBD.
“Kami akan mendesak pemprov agar secepatnya menyiapkan fasilitas memadai guna memperlancar proses belajar-mengajar, apalagi banyak siswa Siwalima yang bersaing di kancah internasional tetapi mereka sendiri diperhadapkan dengan sarana infrastruktur yang sangat minim,” katanya.
“Kalau masalah ini tidak segera diselesaikan maka pejabat di lingkup Inspektorat Maluku maupun pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan dilaporkan untuk dimutasi atau diproses,” tandasnya. (ant/MP)


