PAUD Melati Tulehu Bukber Dengan 50 Anak Yatim Piatu

Ambon, Maluku Post.com – Dewan guru dan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, menggelar buka puasa bersama dengan 50an anak yatim piatu di lokasi sekitar, Sabtu (4/7). 

Kepsek PAUD Melati, Mimi Lestaluhu mengatakan buka puasa bersama (bukber) yang dilaksanakan PAUD Melati Tulehu bersama anak-anak yatim piatu di desa tersebut merupakan suatu bentuk pelajaran moril berharga yang senantiasa diajarkan pimpinan sekolah dan Dewan Guru PAUD Melati kepada anak didik mereka.

“Kita selalu menanamkan ajaran, bahwa puasa mengajarkan kita untuk turut merasakan apa yang dirasakan saudara saudara kita yang kurang mampu, dan kita juga turut berbagi rasa dengan mereka” ujarnya.

Dijelaskan Lestaluhu, berpuasa yakni menahan lapar, haus dan diri dari segala yang dilarang oleh Allah SWT yang berdampak pada batalnya ibadah puasa tersebut.

“Buka bersama ini mengajarkan kita tertang kebersamaan dan berbagi rezeki untuk sesama,” ungkap Lestaluhu.

Di sela-sela bukber dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah dan pembagian sembako oleh Kepala sekolah, dewan guru dan siswa. Sebanyak 50 kantung sembako yang dibagikan itu bersumber dari sumbangan para siswa dan pihak sekolah. Sejauh ini PAUD Melati sangat aktif dalam kegiatan ekstra kulikuler serta kegiatan keagamaan.

“Kami LAMI Maluku mewakili orangtua murid mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi positif kepada kepala sekolah, Ibu Mimi Lestaluhu dan dewan guru PAUD Melati. Semoga momentum imani ini menjadi contoh yang baik dan merupakan pelajaran berharga bagi anak anak siswa PAUD dan orangtua,” kata Ketua LAMI Maluku Jalil Rumfot. (09)

Ambon dapat Jatah Bedah Rumah Keluarga Miskin

Ambon, Maluku Post.com – Kota Ambon, Maluku, mendapat jatah program bedah rumah keluarga miskin pada 2015, kata Kepala Dinas Tata Kota Ambon Denny Lilipory.

“Pada 2015 Kota Ambon mendapat jatah program bedah rumah bagi keluarga miskin, tetapi program ini belum dapat berjalan karena data keluarga miskin di Ambon, belum diserahkan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Desa (BPPMD), katanya di Ambon, Sabtu.

Menurut dia, program tersebut belum bisa dijalankan karena pihaknya tidak berani mengerjakan tanpa memiliki data yang jelas.

“Prosesnya akan dijalankan jika BPPMD menyerahkan data keluarga miskin selanjutnya ditindaklanjuti dengan pengecekan jumlah keluarga miskin ke lapangan agar sesuai dengan kenyataan,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya pengecekan perlu dilakukan agar proses bedah rumah dilakukan tepat sasaran.

“Jangan sampai rumah yang akan kita bedah bukan rumah keluarga miskin, hal ini yang kita khawatirkan, sehingga kami menunggu seluruh proses berjalan baru program dijalankan,” tandasnya.

Disinggung jumlah rumah yang akan dibedah, pihaknya mengakui jumlahnya tergantung data yang diberikan BPPMD yakni data baru dan valid.

Pihaknya kata Denny, tidak mungkin menggunakan data lama untuk melakukan program ini, sebab setiap tahun terjadi perubahan jumlah keluarga miskin di Ambon.

“Kita memang tidak memiliki data tentang keluarga miskin sehingga kita berharap data dari BPPMD segera kita peroleh agar secepatnya program ini dilaksanakan,” tandasnya.

Program bantuan bedah rumah diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal dengan program bedah rumah untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di seluruh Indonesia. (ant/MP)

Pos terkait