Produksi Jagung Di Maluku Diprediksi Naik

Ambon, Maluku Post.com – Produksi jagung dan kedelai tahun 2015 di sejumlah daerah di Provinsi Maluku diperkirakan akan mengalami kenaikan.

“Sudah diprediksi, hasil panen kedua tanaman ini akan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2014,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Maluku, Jessica Eliziana Pupella, di Ambon, Minggu (5/7).

Dia menjelaskan, produksi jagung pada tahun 2014 berdasarkan angka tetap (ATAP) sebesar 10.568 ton pipilan atau mengalami penurunan sebesar 1.372 ton (11,49 persen) dibanding tahun 2013 sebesar 11.940 ton.

Penurunan terjadi pada subround Januari-April sebesar 809 ton (8,50 persen) dan subround Mei-Agustus sebesar 790 ton (37,73 persen), sementara pada subround September-Desember mengalami kenaikan produksi sebesar 227 ton (70,28 persen) dibanding produksi pada tahun 2013.

Produksi jagung di tahun 2015 berdasarkan Angka Ramalan (ARAM 1) sebesar 15.409 ton jagung pipilan kering atau diprediksi mengalami kenaikan sebesar 4.841 ton (45,81 persen) dibanding tahun 2014. Kenaikan produksi terjadi karena ada kenaikan produktivitas sebesar 15,06 kuintal/hektar (54,08 persen).

Dia menjelaskan, pola panen jagung di Provinsi Maluku tahun 2014 puncaknya terjadi pada bulan Maret dan mengalami pergeseran lebih cepat dibanding tahun 2013 yang terjadi pada bulan April.

Sedangkan produksi kedelai tahun 2014 berdasarkan ATAP sebesar 578 ton biji kering atau mengalami kenaikan sebesar 324 ton (127,56 persen), hal terjadi karena adanya kenaikan luas panen seluas 254 hektar (125,12 persen) dan kenaikan produktifitas 0,14 kuintal/hektar (1,12 persen).

Karena itu menurutnya, tahun 2015 produksi kedelai berdasarkan ARAM 1 sebesar 1.162 ton biji kering atau diproduksi mengalami kenaikan sebesar 584 ton (101,04 persen) dibading tahun 2014.

“Kenaikan produksi terjadi karena ada kenaikan luas panen sebesar 583 hektar (127,57 persen),” katanya. (ant/MP)

Pos terkait