Bahkan, event yang kabarnya sarat gengsi karena hanya diperuntukkan bagi tim yang pernah menyabet juara pertama di seluruh kejuaraan di Lapangan Hative Kecil Futsal Centre (HKFC) Tantui itu tak dilengkapi juga dengan rekomendasi resmi dari Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku maupun Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Maluku sebagai dasar dikeluarkannya izin keramaian dari kepolisian.
Sesuai konfirmasi pers dengan salah satu perwira Intelkam Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Rabu (1/7) disebutkan event ’The BoC RFL 2015’ tidak didahului pemberitahuan resmi atau tidak memperoleh izin keramaian dari jajaran Polres setempat. Padahal, event ini sudah berlangsung lebih kurang satu pekan terakhir dengan melibatkan lebih kurang 10 tim.
“Loh, kami juga tidak tahu tentang kejuaraan tersebut. Panitianya tak pernah melaporkan atau meminta izin keramaian kepada kami. Kami akan perintahkan personel-personel polisi untuk membubarkan event tersebut,” sahut perwira Intelkam Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease seraya meminta namanya tak dipublikasikan.
Dia menegaskan akan memanggil Panpel ’The BoC RFL 2015’ untuk mengklarifikasi hal tersebut. “Panitianya pasti akan kami panggil terkait hal ini,” tegas perwira tersebut.
Terkait dengan hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Maluku Sofyan Lestaluhu mengakui hingga saat ini pihaknya tidak memberikan rekomendasi kepada Panpel karena event ini menyalahi prosedur.
“Menyangkut (The BoC) RFL sama sekali tidak ada pemberitahuan dari panitia kepada kami. Makanya Asprov (PSSI Maluku) tidak menerbitkan surat tugas untuk para perangkat pertandingan (Pengawas Pertandingan/PP, Instruktur Wasit/IW dan wasit). Niat mereka sudah bagus, tetapi tidak sesuai mekanisme,” jelas Lestaluhu via ponselnya.
Hal senada diungkapkan Sekjen AFD Maluku Junus Eduward Kailuhu. “Sampai saat ini AFD Maluku tidak memberikan rekomendasi kepada panpel untuk melaksanakan The BoC RFL,” sahut IW Nasional asal Maluku ini.
Bubarkan Saja
“Event ini (The BoC RFL) harus dibubarkan karena tidak mengantongi izin keramaian dari polisi, dan tidak ada rekomendasi dari PSSI dan AFD Maluku,” desak Walalayo di lain kesempatan.
Sayangnya ketika dikonfirmasi menyangkut izin keramaian polisi dan rekomendasi PSSI Maluku dan AFD Maluku, baik Hehanussa maupun Sianatra enggan merespons konfirmasi tersebut sampai berita ini dilansir. (09/tim)


