Pemerintahan Barnabas Orno Gagal Dibidang Olahraga
Bayangkan saja, selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Maluku kedua (Popmal II-2011), Kabupaten MBD dinobatkan sebagai kontingen Teladan pada pesta olahraga antar kabupaten dan kota di Maluku itu.
Namun, pada Popmal III-2014, tak ada kontingen resmi MBD, hanya 45 orang yang mewakili kontingen Kalwedo, tetapi dengan biaya sendiri yang dipinjam dari oknum-oknum pejabat dan pengusaha.
Padahal, baliho Bupati Orno berukuran 14 x 20 meter terpampang indah di pojok kiri Tribun Kehormatan saat pembukaan Popmal III di Lapangan Merdeka Ambon, 21 November 2014 lalu.
Lebih celaka, sejak pembentukkan KONI Kabupaten MBD pada 2008 silam, hingga kepengurusannya kadaluwarsa, tak pernah dilaksanakan sekalipun dilakukan rapat anggota KONI Kabupaten MBD.
Rencana pembangunan empat Stadion Mini di Kisar, Moa, Leti, dan Tepa juga diduga tak disetujui Orno dengan pertimbangan yang tidak jelas. Ini pula yang menyebabkan muncul asumsi bahwa kepemimpinan Orno ikut mematikan ruh pembinaan olahraga di beranda depan NKRI itu.
Padahal, kemajuan suatu daerah relative ikut ditentukan kemajuan pembinaan olahraganya. (tim)


