Tokoh Agama Dan Masyarakat Harus Koordinasi Tangkal Isu

Ambon, Maluku Post.com – Ketua DPRD Kota Ambon Jammes Maatita mengatakan tokoh agama dan tokoh masyarakat di ibu kota Maluku itu harus melakukan koordinasi guna menangkal isu-isu menyesatkan yang bertujuan merusak kerukunan dan kehidupan harmonis di tengah masyarakat.

“Selain itu, imbauan-imbauan ke masyarakat atau umat masing-masing agama sangat penting dalam menghadapi kondisi dan situasi terkait isu-isu mengadu domba yang muncul belakangan ini,” kata Jammes di Ambon, Rabu (22/7).

Dia menjelaskan, di Kota Ambon ada agenda nasional seperti pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) pada Oktober mendatang dan tahun kunjungan wisata “Mangente Ambon” 2015 yang harus didukung kesuksesannya.

“Isu menyesatkan yang berkembang belakangan ini akibat terjadinya konflik di beberapa wilayah di Maluku, di antaranya perkelahian antarwarga Laha dan Tawiri serta Mamala-Morela di Pulau Ambon, juga di Pulau Haruku, Maluku Tengah, yang dipicu oleh oknum-oknum tidak bertangungjawab,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, belum bisa dipastikan situasi dan kondisi di daerah-daerah konflik itu sudah betul-betul pulih.

“Karena itu kita sangat berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terus berkoordinasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Jammes menambahkan, aparat kepolisian, intelijen dan pemerintah daerah Maluku maupun Kota Ambon juga harus waspada terhadap berbagai isu yang dapat memicu perseteruan antarkelompok dalam masyarakat.

“Sebagai Ketua DPRD Kota Ambon, saya juga mengimbau kepada masyarakat kota ini agar jangan sampai terpengaruh isu-isu menyesatkan yang ingin merusak kehidupan orang basudara,” katanya.

“Mari kita pererat kerukunan dan keharmonisan hidup yang telah terjalin baik selama ini. Mari kita tingkatkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghormati dan menghargai di antara sesama anak negeri,” katanya menambahkan. (ant/MP)

Pos terkait