Ambon, Maluku Post.com – Komisi II DPR-RI akan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Wonreli-Kisar untuk meninjau kesiapan pemekaran wilayah itu sebagai daerah otonom baru (DOB) dengan nama Kabupaten Selatan Daya.
“Kami akan mendampingi Komisi II DPR-RI ke Wonreli-Kisar pekan ini untuk melihat berbagai persiapan dimekarkan dari Maluku Barat Daya selaku kabupaten induk,” kata Ketua Komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans di Ambon, Selasa (11/8).
Wonreli-kisar merupakan salah satu daerah terluar yang berbatasan serta berhadapan langsung dengan negara tetangga Timor Leste telah memperjuangkan pemekarannya menjadi DOB sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Melki Frans, daerah itu sempat dijadikan ibu kota sementara Kabupaten Maluku Barat Daya sehingga berbagai infrastruktur penunjang untuk pemekaran wilayah sudah hampir terpenuhi.
“Sekarang ini sudah lebih dari lima kecamatan yang terbentuk dan menyebar di Pulau Kisar, Pulau Roma, serta Pulau Wetar, dan letak geografisnya yang berhadapan langsung dengan negara tetangga Timor Leste,” katanya.
Selain memiliki potensi sumberdya alam laut, pulau-pulau yang masuk dalam wilayah DOB itu juga memiliki potensi kekayaan alam lainnya seperti emas di Pulau Romang dan Pulau Wetar yang sudah pernah dieksploitasi.
Upaya memperjuangkan pemekaran Kabupaten Selatan Daya telah masuk dalam agenda DPR-RI dan diharapkan pemerintah bersama legislatif di tingkat pusat bisa menyetujui rencana tersebut lewat keputusan bersama dalam bentuk sebuah Undang-Undang.
“Beberapa waktu lalu komisi II DPR-RI juga telah mendatangi wilayah Kabupaten Kapulauan Aru untuk meninjau persiapan pemekaran Kabupaten Aru Kepulauan yang juga merupakan salah satu beranda nusantara di Provinsi Maluku karena berbatasan dengan Australia,” katanya.
Kunjungan wakil rakyat dari komisi II DPR-RI ke wilayah yang akan dimekarkan menjadi DOB ini diharapkan bisa mempercepat proses pemekaran daerah agar keterbatasan infrastruktur dasar masyarakat yang rata-rata masih berada di bawah garis kemiskinan bisa diatasi. (ant/MP)


