Ambon, Malukupost.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 1,03 persen pada Juli 2015, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 122,11.
Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 3,18 persen dengan IHK 121,65 dan terendah terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 0,06 persen, kata Kepala BPS Provinsi Maluku Diah Utama di Ambon, Senin.
Dia menjelaskan, dari dua kota IHK di Provinsi Maluku Kota Ambon mengalami inflasi 1,03 persen dengan IHK 122,11 dan Kota Tual mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan IHK 133,99.
“Inflasi Kota Ambon terjadi pada lima kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makanan sebesar 1,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,44 persen kelompok perumahan,air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,77 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,26 persen,” ujarnya.
Sedangkan yang mengalami deflasi, lanjutnya, terjadi pada dua kelompok pengeluaran yakni pada kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,21 persen.
Menurutnya, komoditas yang dominan menyumbang inflasi Kota Ambon adalah angkutan udara, ikan layang, kangkung, kacang panjang dan daun melinjo.
Dia menjelaskan, dari 82 kota IHK di Indonesia , di bulan Juli 2015 IHK Kota Ambon menduduki peringkat 25, sedangkan inflasi bulanan Kota Ambon menduduki peringkat ke 27 dan inflasi tahun kalender Kota Ambon menduduki peringkat tiga, serta inflasi dari tahun ke tahun Kota Ambon menduduki peringkat ke delapan.
“Tingkat inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan Juli 2015 sebesar 6,15 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Juli 2015 terhadap Juli 2014) sebesar 9,02 persen,” ujarnya.
Diah Utami menambahkan, pada Juli 2015, dari 368 komoditi yang dipakai untuk menghitung IHK Kota Ambon ada sebanyak 176 komoditi yang mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan harga. (ant/tm)


