Ambon, Malukupost.com : Dinas Kesehatan Maluku merancang sejumlah program prioritas yang dilaksanakan tahun 2016 demi peningkatan pelayanan yang menjangkau seluruh komponen masyarakat pada 11 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
“Sejumlah program prioritas tahun 2016 yang dirancang merupakan hasil rapat kerja bersama seluruh direktur rumah sakit dan dinas kesehatan dari 11 kabupaten/kota di Maluku,” kata Kadis Kesehatan Maluku Meikyal Pontoh di Ambon, Senin (31/8).
Berbagai program utama yang dirancang tersebut, juga telah dipresentasikan dan mendapat persetujuan Gubernur Maluku Said Assagaff serta masukan pakar kesehatan Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Indonesia (UI) dan universitas Gadja Mada (UGM).
Sejumlah program yang dirancang dan dilaksanakan melibatkan instansi teknis terkait tersebut diantaranya, intervgensi dan integrasi layanan Posyandu dengan Pendidikan Anak Usia dini (Paud) mengingat cakupan pelayanan terhadap balita yang masih rendah.
Pembentukan taman gizi guna mengatasi tingginya angka gizi buruk di Maluku, peningkatan layanan imunisasi dasar, redistribusi tenaga medis pada Puskesmas, pemberian pangan lokal berbasis ikan serta sertifikasi tenaga dokter dan bidan.
Khusus untuk rumah sakit, diprogramkan peningkatan layanan kesehatan, pembentukan badan layanan kesehatan serta akreditasi seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta.
Begitu pun penyiapan tenaga ahli untuk mendukung penetapan rumah sakit rujukan regional serta peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Meikyal menegaskan, sejumlah program utama tersebut akan dijabarkan dalam rincian program sesuai dengan karakteristik dan geografis wilayah Maluku yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga diharapkan pelayanan kesehatan dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Berbagai program yang telah dirancang tersebut, selanjutnya akan diserahkan kepada Gubernur Maluku Said Assagaff, selanjutnya diteruskan kepada Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, agar dibiayai melalui APBN tahun 2016.
“Berbagai program kesehatan tahun 2016 akan diserahkan oleh Gubernur Said kepada Menteri Kesehatan guna disetujui dan dimasukkan dalam program pelayanan kesehatan Pemerintah Pusat tahun 2016,” katanya.
Dia berharap program pelayanan kesehatan Kementerian kesehatan tahun mendatang, dapat mempertimbangkan usulan dari daerah sehingga sesuai dan menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah. (ant/mp)


