Olehnya itu, Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff meminta dukungan dari seluruh media, agar selama Pesparawi dalam memberikan pemberitaan yang menyejukan hati masyarakat Maluku terkhususnya tamu-tamu dari 33 provinsi.
“Kalau ada berita-berita yang kurang berkenan mungkin bisa diredam selama 2-3 minggu kedepan,”ujar Gubernur dalam pertemuan bersama Kapolda, Pangdam XVI Pattimura, Kejaksaan Tinggi Maluku, Ketua Pengadilan Negeri Ambon, dan seluruh media terkait event Pesparawi di kota Ambon pada 6 Oktober mendatang, Rabu (23/09) kemarin.
Dijelaskan pula, sejujurnya media harus terbuka dengan pemberitaan yang terjadi di Maluku, namun untuk pemberitaan yang tidak baik agar bisa diredam, sehingga tamu-tamu yang hadir bisa disejukan dengan pemberitaan-pemberitaan yang yang bisa menarik perhatian dari masyarakat luar, seperti keindahan alam tempat wisata, musik yang indah, sehingga selesai kegiatan ini.
Menurutnya, dalam satu menit saya pers bisa merusak kondisi yang ada, dan untuk memulihkannya membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Untuk itu, pemberitaan kondisi Maluku yang semakin kondusif ini bisa dipertahankan, agar tamu yang hadir bisa nyaman, dan bisa berlama-lama di kota Ambon.
“Saya harapkan media bisa membantu Pemda, dan TNI/Polri dalam menjaga dan menciptakan suasana yang harmonis selama pelaksanaan Pesparawi nanti,”tuturnya.
Selain itu dirinya juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat Maluku untuk menjaga situasi dan kondisi yang sudah semakin membaik.
Ditambahkannya, dalam tahun ini juga akan dilaksanakan event-event nasional, diantaranya pertemuan Rektor se-Indonesia, rapat kerja nasional pemuda muslim se-Indonesia, Raker Guru se-Indonesia dan Musyawarah Besar MAMA yang direncanakan akan dibuka oleh Wakil Presiden Wusuf Kala.
“Jika semuanya berjalan sukses, saya yakin orang yang datang di Maluku lebih banyak,”pungkasnya. (MP-07)


