Pemkot Ambon Targetkan Bangun Jaringan Internet 2016

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menargetkan pembangunan jaringan Intranet (Private Network) yang menggunakan protokol internet TCP/IP untuk berbagi informasi penting dalam lingkup lokal, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan internet pada tahun 2016.

“Kedepan kami akan melakukan kerja sama dengan beberapa konsultan untuk membangun jaringan intranet, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan internet,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Sabtu (19/9).

Menurut dia, pembangunan jaringan intranet akan jauh lebih hemat, karena tidak bergantung pada vendor atau operator komunikasi.

“Dipastikan kami akan memiliki akses sendiri dan tidak bergantung pada vendor yang sewaktu-waktu dapat memutuskan hubungan kerja sama secara sepihak, atau terganggu jaringan komunikasi,” katanya.

Richard mengatakan Kota Ambon akan diarahkan menjadi kota pintar “Smart city” di tahun 2016, yakni kota yang pintar dalam penggunaan dan penyiapan teknologi, agar seluruh masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah.

Selama ini akses internet khususnya layanan wifi di Ambon baru sebatas di perkantoran dan pusat pendidikan, sedangkan fasilitas umum belum bisa dijangkau masyarakat secara murah bahkan gratis.

Ambon masih terkendala dalam penyiapan infrastruktur teknologi baik fasilitas maupun tenaga, karena itu program kota Smart city diharapkan dapat menjadi pintu masuk pengelolaan informasi di provinsi Maluku.

“Masyarakat khususnya para pelajar untuk mengakses internet harus ke warnet dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan peluang untuk akses WIFI di lokasi pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya masih terkendala,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya berupaya menyiapkan fasilitas agar masyarakat bisa menikmati teknologi, demikian juga para tamu atau wisatawan yang datang berkunjung ke Ambon.

Informasi tentang Ambon harus dikelola dengan baik oleh tenaga profesional agar masyarakat luar dapat mengakses informasi dengan mudah.

Richard menambahkan, tahun 2015 pihaknya menetapkan tahun Mangente (datang dan kunjungi) Ambon, sebagai upaya konsolidasi bahwa image Ambon selama ini di masyarakat belum aman untuk dikunjungi ternyata berbeda karena situasi dan kondisi Ambon semakin kondusif.

“Kita tidak mau membuat program yang mengundang wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Ambon tetapi kenyataannya belum sesuai dengan harapan. Kami ingin wisatawan yang datang ke Ambon kembali membawa kenangan, bukan datang dan tidak ingin kembali lagi karena berbagai hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (ant/MP)

Pos terkait