Ketua Komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid di Ambon, Selasa (29/9)mengatakan Pemkab Malteng telah melakukan rapat kerja dengan DPRD dan warga Negeri Lima terkait pembangunan sarana umum akibar banjir.
Suhfi Madjid mengatakan Dinas Pendidian mengakui masih ada kendala lahan untuk membangun SD Negeri 1, SDN 2, dan SD Inpres Negeri Lima.
Akibatnya, Pemkab Malteng hingga saat ini belum dapat mencairkan anggaran yang telah dialokasikan tersebut.
Tetapi, Pemerintah Negeri Lima telah bersedia menghibahkan dua bidang tanah untuk pembangunan gedung sekolah.
“Komisi D juga mengagendakan pertemuan dengan Menteri Sosial untuk mempertanyakan janji pemerintah memberikan dana bantuan bagi 522 kepala keluarga (KK) Negeri Lima yang mengungsi karena menjadi korban banjir bendungan alam tersebut,” katanya.
Sebab, ratusan pengungsi ini mengaku hanya baru mendapat bantuan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebesar Rp25 juta per KK, sementara janji pemerintah sebesar Rp59 juta per KK sampai sat ini belum terealisasi. (ant/MP)


