Belum Dipastikan Presiden Datang Resmikan Pesparawi

Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan belum bisa memastikan Presiden Joko Widodo meresmikan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XI, di Kota Ambon, 2-12 Oktober 2015.

“Nanti malam baru bisa memastikan kedatangan Presiden Joko Widodo. Hari ini kami masih menunggu perkembangan terakhir di Jakarta,” kata Gubernur Said, di sela-sela Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-70, di Markas TNI Angkatan Laut Lantamal IX Ambon, Senin (5/10).

Menurut gubernur, Ketua Umum Panitia Pesparawi XI Nasional yang juga Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua bersama Waka Polda Maluku, sedang berada di Jakarta untuk memantau kepastian jadi tidaknya Presiden datang ke Ambon.

“Saya minta pak Wagub dan pak Waka Polda Maluku untuk memantau perkembangan di Istana terkait kepastian Bapak Presiden datang ke Ambon, untuk meresmikan Pesparawi XI Nasional yang dilaksanakan pada 2-12 Oktober 2015,” katanya.

Namun, kata Gubernur Said, kalau memang Presiden dalam situasi kesibukan yang tinggi, mungkin ada yang bisa mewakili, karena kegiatan ini sangat religius.

“Kita semua berharap pemerintah pusat ada yang bisa hadir untuk peresmian kegiatan Pesparawi ini,” ujarnya.

Usukup Diosis Amboina Mgr P.C. Mandagi, MSC sangat sesalkan, sekiranya Presiden Joko Widodo tidak datang meresmikan Pesparawi XI, karena kegiatan ini akan terungkap kerukunan-kerukunan antarumat beragama di daerah ini.

“Bapak Presiden, jangan hanya datang waktu panen padi, tetapi datang juga pada panen kerukunan, karena ini nyata di Maluku. Jadi, saya sangat sesalkan kalau Presiden tidak datang,” katanya.

Sebagai rakyat Maluku, kata Uskup Mandagi, dirinya sangat sedih di tengah harapan masyarakat di daerah ini, sekiranya Presiden tidak datang.

Pesparawi, ujarnya, suatu ungkapan kerukunan bagi umat beragama di Maluku.

“Saya bangga dengan umat Muslim Desa Batu Merah, Kota Ambon, mereka menyambut dengan istimewa peserta Pesparawai yang menginap di rumah-rumah mereka. Bahkan, peserta Pesparawi merasa terharu dan menangis, karena penyambutan yang sangat luar bisa itu,” ujarnya.

“Presiden harus melihat ini, bahwa walaupun rakyat Maluku berbeda agama tetapi bersatu,” katanya. (ant/MP)

Pos terkait