Gubernur Delegasikan Pengadaan Lahan Bandara Namniwel

Marking Bandara Namniwel

Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku, Said Assagaff telah menerbitkan surat keputusan untuk mendelegasikan pengadaan lahan guna mendukung perluasan bandara Namniwel, Kabupaten Buru, agar berstatus internasional sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo saat berkunjung pada Mei 2015.

Kabiro Pemerintahan Setda Maluku, Hamin Bin Taher, di Ambon, Senin (19/10), mengatakan, SK Gubernur telah diserahkan kepada Pemkab Buru.

“Kami baru selesai pertemuan dengan Pemkab Buru, selanjutnya SK Gubernur telah diserahkan kepada Kadis Perhubungan Pemkab Buru, Azis Latuconsina dan Kadis PU setempat, Puji Wahono,” ujarnya.

Pertimbangannya, memperpendek rentang kendali pengurusan lahan dan mengurangi beban biaya.

“Jadi SK tersebut nantinya ditindaklanjuti Buru, Ramly Umasugi dengan membentuk tim untuk pembebasan lahan yang dibutuhkan bagi perluasan bandara maupun jalan lingkar fasilitas perhubungan udara tersebut,” tandas Hamin.

Kadis Perhubungan Pemkab Buru, Azis Latuconsina, mengemukakan, SK Gubernur nantinya diserahkan kepada Bupati Ramly dan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis bersama Dinas PU siap melaksanakannya.

Perluasan Bandara Namniwel membutuhkan penambahan lahan seluas 25 hektare untuk perpanjangan landasan pacu dan fasilitas pendukung lainnya.

“Anggaran pembebasan lahan tidak masalah karena Pemkab Buru telah mengalokasikannya dalam APBD setempat 2015 maupun dimasukkan penambahan dana melalui APBD Perubahan 2015 serta APBD 2016,” ujar Aziz.

Pengembangan bandara Namniwel untuk memenuhi standar Internasional membutuhkan lahan seluas 160 hektare.

Saat ini lahan yang sedang dibangun sejumlah fasilitas seluas 87 hektare. Landasan pacunya 1.350 meter didukung sejumlah fasilitas lainnya yang sedang dirampungkan pembangunannya.

Sedangkan, Kadis PU Buru, Puji Wahono mengatakan, jalan lingkar bandara namniwel sepanjang 7,2 KM dan lebar 30 meter.

“Jalannya merupakan tanggung jawab Balai Pengembangan Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) dengan saat ini sedang penimbunan,” katanya.

Pemkab Buru pada prinsipnya siap mendukung pengembangan bandara Namniwel berstandar Internasional dalam rangka manarik minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

“Presiden Joko Widodo mengarahkan bandara Namniwel berstandar Internasional agar menjadi salah satu persyaratan untuk investor mengelola potensi sumber daya alam (SDA) Buru agar mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Puji.

Pengguna jasa penerbangan dari Bandara Internasional Pattimura Ambon ke lapter Namlea pergi pulang (PP) saat ini memanfaatkan jasa maskapai Susi Air dengan frekuensi tiga kali sepekan.

Pulau Buru yang wilayahnya juga meliputi Kabupaten Buru Selatan, menyusul dimekarkan dari Kabupaten Buru pada 2008 diprogramkan Pemprov Maluku menjadi lumbung pangan masa depan daerah ini. (ant/MP)

Pos terkait