Untuk Maluku, KONI Pusat mengemas kegiatan itu bertajuk “Penataran Pelatih Tingkat Dasar Cabang Olahraga Unggulan Kabupaten dan Kota Maluku” di Lantai 2 Le Green Hotel, Ambon, Rabu (21/10).
Membacakan sambutan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, Ketua Harian KONI Maluku Tony Pariela mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu dengan harapan melalui penataran tersebut akan lahir pelatih-pelatih berdisplin dan berkapasitas dari sisi pengalaman dibaluti sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan (sport science) yang memadai.
“Saya bersyukur karena biasanya saya yang mendahului peserta, tetapi hari ini, saudara-saudari peserta mendahului saya di tempat kegiatan. Hal ini pertanda ada kedisiplinan dari para peserta. Disiplin itu perlu sebab atlet berprestasi hanya dapat dilahirkan oleh pelatih yang berdisiplin dan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni di bidangnya,” jelas Pariela.
Pariela mengakui banyak pelatih potensial di daerah ini yang masih kurang memperoleh penguatan iptek keolahragaan di bidang kepelatihan.
“Selama ini pelatih dalam melatih hanya mengandalkan pengalaman saja, padahal perkembangan zaman yang begitu pesat mengharuskan para pelatih untuk memboboti kemampuan mereka dengan iptek keolahragaan di samping pengalaman yang ada”. Ungkapnya.
Pariela berharap ke depan penataran tersebut terus dilakukan KONI Pusat di daerah-daerah melalui pendekatan advance sehingga jika terjadi kebutuhan mendesak yang perlu ditanggulangi ada sharing antara KONI provinsi dengan KONI Pusat.
“Kegiatan ini sudah kita laksanakan sebelumnya, dan sekarang hal serupa kita kembali lakukan. Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut, dan ke depan minimal dalam bentuk advance sehingga terjadi keterpaduan dan sinkronisasi program pembinaan”. Tandas Pariela.
Sementara itu, atas nama KONI Pusat, Suratman menyampaikan terima kasih kepada para peserta kegiatan yang berasal dari 11 kabupaten dan kota.
“Kegiatan ini sangat strategis dan wajib dilakukan sebagai salah satu upaya kita untuk menyiapkan sumber daya pelatih andal yang akan menyiapkan atlet-atlet potensial menuju Asian Games 2018 yang kebetulan tuan rumahnya adalah Indonesia”harapnya.
Suratman menandaskan pemetaan cabor unggulan merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) dalam kaitan dengan penyiapan pelatih-pelatih berkualitas yang kelak akan melahirkan atlet-atlet tangguh di seluruh cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan diperlombakan di Asian Games 2018.
“Untuk sukses prestasi di Asian Games (AG) 2018, kegiatan seperti ini akan tetap dilakukan di seluruh KONI provinsi, kabupaten dan kota”. pungkas Pariela
Menariknya dalam utusan KONI Pusat juga terdapat Ely Pical, mantan juara dunia tinju IBF. (09)


