Papua Barat dan Kota Ambon Stand Favorit
Menurutnya, Maluku Expo memiliki makna yang relevan sebagai upaya membuka peluang usaha, dalam mengembangkan ekonomi dan membuka lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan pendapatan.
Jelasnya, keberhasilan dari Maluku Expo 2015 ini merupakan wujud pembangunan perekonomian Indonesia terkhususnya Maluku yang semakin berkembang dan menunjukkan tren positif. Dengan harapan anak-anak bangsa dapat menciptakan produk dalam negeri.
“Maluku expo 2015 menjadi catatan kritis dalam mengukur kesiapan kita dalam menghadapi era pasar bebas untuk bersaing dengan negara ASEAN,”ucapnya.
Dirinya berharap, Maluku Expo 2015 dapat memberikan motivasi bagi penyelenggaraan Maluku Expo yang akan datang.
Sementara itu, ketua bidang pameran Angki Papilaya mengatakan setiap hari pengunjung yang datang di Mauku Expo setiap harinya mencapai 5 ribu orang. Dengan banyaknya pengunjung yang datang tentu berdampak pada peserta stan Maluku Expo, dengan omset yang masuk sampai hari ini mencapai Rp. 1.692.378.000. Hal ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat meningkat.
Dalam Maluku Expo ini, panitia juga menetapkan stan terbaik baik itu stand usaha pemerintah, serta swasta dan BUMN/BUMD,
Untuk kategori stand, Pemerintah Kabupaten SBT mendapat juara pertama, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan juara kedua dan Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Jember juara ketiga.
Sedangkan untuk Swasta dan BUMN/BUMND, yang mendapatkan juara pertama dari SKK Migas, Pegadaian juara kedua, dan PT Bank Maluku Ambon juara ketiga. Sedangkan stan favorit dimenangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat dan kota Ambon.(MP-7)


