“Apapun yang dikerjakan dan intinya itu bermuara pada mensejahterakan masyarakat, kami selaku pemerintah daerah tidak pernah menolaknya,” kata Sekretatis Kota Ambon, A.G Latuheru saat membuka workshop implementasi inovasi teknologi ditechno park kelautan dan perikanan di Ambon, Senin (26/10).
Untuk itu Pemkot tetap menyiapkan masyarakat untuk menerima setiap teknologi baru yang masuk yang sudah diinovasikan untuk lebih cepat meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk dukungan dalam memberikan sosialisasi langsung kepada mereka.
Menurut Sekot, masyarakat Maluku khususnya di Kota Ambon hidup di pesisir pantai dan terdapat 20 kelurahan dan 30 desa.
Kota Ambon sedikit unik dibanding kota lain di Indonesia, sebab kalau berbicara menyangkut kota maka sudah pasti didalamnya tidak ada desa.
“Bahkan desa ini terbagi dua yakni desa administratif yang dipimpin seorang kepala desa oleh siapa saja yang dianggap cakap dan mampu, tetapi untuk desa adat yang disebut negeri dipimpin seorang raja dan yang dipilih berdasarkan keturunan marga perintah,” ujarnya.
Untuk bisa mensejahterakan masyarakat terutama di pesisir atau nelayan memang bersumber dari laut itu sendiri, karena itu semua yang dilakukan untuk memakmurkan warga lewat berbagai kegiatan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendapat dukungan positif pemerintah kota.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Sumberdaya Kelautan Perikanan, Mulyoto mengatakan, Kota Ambon dipilih sebagai persiapan pengembangan taman teknologi atau techno park karena karena telah mendapat dukungan penuh pemkot.
Kemudian dari segi techno park nanti dijadikan sebagai tempat aktivitas masyarakat terkait inovasi teknologi atau menciptakan wira usaha baru di bidang kelautan dan perikanan.
Sehingga kerjasama dengan pemerintah daerah itu adalah sangat mutlak dan penting, karena menjadi tempat aktivitas masyarakat di daerah yang bersangkutan. (MP-5)


