Ambon, Maluku Post.com – Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hary Tanoesoedibjdo mengatakan kehadiran Parpol ini bukannya untuk meramaikan peta politik di tanah air, tetapi lebih memilih berjuang untuk Indonesia meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah.
“Basis perjuangan Partai Perindo adalah masyarakat di tingkat bawah, jadi kami memang beda karena berjuang untuk Indonesia yang maju dengan cara bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah bisa lebih cepat,” kata Hary Tanoe di Ambon, Kamis (22/10).
Pernyataan Hary Tanoe disampaikan dalam pertemuan dengan Raja atau kepala pemerintahan Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon dalam rangka penyematan gelar anak adat setempat kepadanya.
Menurut dia, Partai Perindo hadir untuk mengisi dan melengkapi kekosongan dari perjuangan Parpol lainnya.
Menyangkut sejumlah kebutuhan yang disampaikan pemerintah Negeri Hative Besar kepada Perindo nantinya ditindaklanjuti dengan Ketua DPW Partai, M. Isa Raharusun dan bersama-sama dengan Sekjen DPP untuk diproses.
“Tentunya harapan kami masyarakat Indonesia maju dan lebih makmur dan bisa membuat Maluku lebih berkembang, dan bila semua daerah bisa melakukan hal seperti itu maka kondisi ekonomi Indonsia akan semakin baik,” tandasnya.
Hary Tanioe juga menyampaikan penghormatan dan terimakasih atas sambutan yang diberikan berupa satu predikat kepada dirinya sehingga menjadi bagian anak negeri di sini.
Hadir dalam rombongan Hary Tanoe adalah ketua dewan penasihat Partai Perindo, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid yang juga mantan Menteri Dalam Negeri bersama sejumlah pengurus DPP.
Prosei pemberian gelar adat dimulai dengan sambutan puluhan wanita berpakaian adat yang memegang kain putih panjang mengelilingi Hary Tanoe dan berjalan menuju balai desa.
Kemudian Raja Negeri Hative Besar, Johanis Helaha menyematkan baju Cele yang merupakan pakaian khas adat daerah kepada Hary Tanoe di depan pintu masuk baileo atau tempat pertemuan adat.
“Penduduk Hative Besar terdapat 1.367 kepala keluarga atau 6.893 jiwa dan pemilih potensial sebanyak 5.000 orang kemudian angka pencari kerja sekitar 4.000 orang,” kata Johanis.
Mata pencaharian masyarakat terbesar ada di bidang pertanian dan perikanan, termasuk usaha kecil berbasis keluarga, namun kurang berkembang akibat minimnya perhatian pemerintah.
Hative Besar saat ini juga sedang melakukan renovasi kantor desa untuk meningkatkan pelayanan publik sehingga diajukan proposal kepada DPP Partai Perindo anggaran sebesar Rp150 juta.
Selain itu, negeri tersebut juga membutuhkan dukunga anggaran Rp200 juta yang telah dimasukan dalam proposal.
Anggaran ini diperlukan untuk menunjang pengembangan usaha ekonomi kecil yang dilakukan masyarakat. (MP-2)


