“Rumah sanggar sangat bermanfaat dan lewat sanggar ini para petani bisa berbagi pengalaman dan juga lewat penyuluh-penyuluh pertanian yang ada di daerah ini,” kata Staf Ahli Pemkot Ambon Piet Ohman, Selasa (27/10).
Piet yang membidangi masalah ekonomi itu meresmikan rumah sanggar milik Lembaga Kelompok Tani (Gapoktan) Dewa Waiheru, Selasa.
Pengalaman itu baik dari penyediaan bibit, masa penanaman sampai dengan masa panen bisa berlangsung dengan baik.
Hasilnya berdampak untuk kesejahteraan petani itu sendiri tetapi juga untuk kepentingan warga Kota Ambon apabila produksi semakin meningkat.
Kalau sampai dikemudian hari produksi meningkat dan dipasarkan sampai ke pasar tradisional yang ada Kota Ambon maka dengan sendirinya sudah membantu Pemerintah Kota Ambon dalam pengadaan sayuran di Kota Ambon sekaligus berdampak pada pengendalian inflasi.
Dia mengatakan, dengan kehadiran Gapoktan di Desa Waiheru tidak saja berdampak bagi masyarakat sekitar tetapi juga kepada masyarakat Kota Ambon.
“Kenyataan membuktikan dimana beberapa iven nasional di Kota Ambon sampai pada pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XI tingkat nasional ketersediaan sayur di pasar cukup banyak, bahkan harganya juga terkendali,” ujarnya.
Itu berarti, lanjutnya, tidak mengganggu atau berdampak negatif bagi jalannya kegiatan nasional di Kota Ambon.
Selain itu juga diharapakan para petani bisa memanfaatkan atau mengelola pupuk bersubsidi mulai dari masa pembibitan sampai dengan masa panen sebab dengan memanfaatkan pupuk dengan baik juga menguntungkan para petani.
“Saya juga atas nama Pemerintah Kota Ambon mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan staf BI Perwakilan Provinsi Maluku yang mendukung sekaligus membantu para petani di daerah ini mengembangkan tanaman hortikultura yang dengan sendirinya dapat menekan tingkat inflasi di Kota Ambon,” ujarnya. (MP-4)


