Warga Negeri Saleman Peduli Gerakan Bersih Lingkungan Wisata

Saleman, Masohi, Maluku Post.com – Kesadaran masyarakat Adat Negeri Saleman Kecamatan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tegah terhadap lingkungan terus ditunjukkan, setelah sebelumnya mengadakan bersih-bersih pantai dari bermacam sampah. Kali ini yang dilakukan adalah membersihkan Acanthaster Planci (Crown of Throne) atau biasa disebut dengan Bulu Seribu atau Bintang Laut Berduri yang akhir akhir ini mengalami ledakan yang cukup mengkhawatirkan dan telah menyebabkan kematian terumbu karang di wilayah ekosistem terumbu karang oleh akibat dari Bintang Laut Berduri.

Bintag Laut Berduri, atau di masyarakat setempat sering menyebutnya Kekeng merupakan salah satu jenis hewan laut dari kelompok bintang laut yang paling besar di antara jenis bintang laut lain.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan laut yang diprakarsai oleh Pemuda/Mahasiswa Negeri Adat Saleman dengan mengangkat tema “Gerakan Bersih Lingkungan Laut”, tak hanya melibatkan masyarakat tapi juga menghadirkan para ahli dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Provinsi Maluku diantaranya hadir juga ahli kimia dan ahli ekosistem laut yang telah turun langsung mendampingi dan memberikan banyak pemahaman kepada masyarakat tentang Bintang Laut Berduri.

Gerakan bersih-bersih lingkungan laut dari Bintang Laut Berduri dilakukan selama 4 hari yaitu dari tanggal 27-30 September 2015 dengan melibatkan seluruh masyarakat Adat Negeri Saleman dengan lokasi di sekitaran teluk Saleman pantai Ora, pantai Air Belanda dan area wisata Roneela Cottage dan Lisa Bahari. Puluhan speed boat dan ketinting juga di kerahkan. Kegiatan tersebut di sponsori oleh Roneela Cottage, Lisar Bahari, jasa travel diantaranya Kakabantrip dan Ilmitour dan di dukung oleh Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Maluku.

Sebelumnya, LIPI Provinsi Maluku telah mensosialisasikan tentang bagaimana cara penanganan terhadap Bintang Laut Berduri. Memberikan pemahaman bagi masyarakat akan bahaya Bintang Laut Berduri terhadap terumbu karang. Dimana hewan tersebut mampu dengan cepat memusnahkan terumbu karang dengan begitu cepat dan untuk itu harus segera ditangani.

Terhadap gerakan bersih-bersih lingkungan laut tersebut, sangat diapresiasi LIPI Provinsi Maluku. Diakuinya ini adalah sebuah gerakan yang sangat positif untuk itu harus ada turun tangan aktif dari masyarakat. Ini Merupakan sebuah gerakan yang pertamakali di Maluku dan baru kali ini di adakan di Negeri Saleman.

Pengangkatan Bintang Laut Berduri melibatkan masyarakat, dimana dilakukan dengan sistem yang masih tradisonal yaitu dengan cara menggunakan jepit dari bambu yang dibuat masyarakat dan dilakukan pengangkatan dengan cara yang penuh kehati-hatian hingga kemudian Bintang Laut Berduri bisa diangkat berlahan lahan ke darat.

Di hari pertama, Minggu (27/09) kegiatan pengangkatan Bintang Laut Berduri berjalan lancar dan sukses, dimana dengan semangat, masyarakat mampu mengangkat kurang lebih 1020 ekor Bintang Laut Berduri. Bintang Laut Berduri yang sudah ditangkap harus dimasukan kedalam sebuah lubang yang sudah disiapkan untuk selanjutnya ditanamkan sebagaimana arahan peneliti LIPI Provinsi Maluku.

Ketua Panitia Syahroni Maswatu mengatakan kegiatan mengangkat Bintag Laut Berduri merupakan bentuk kepedulian dari Masyarakat Adat Negeri Saleman dalam hal ini Pemuda Mahasiswa terhadap ekosistem lingkungan yang perlu dijaga kelestariannya.

“Negeri Saleman merupakan tempat wisata yang sangat indah. Tempat yang sudah mendunia, untuk itu sebagai pemuda dan mahasiswa harus memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya pelestarian lingkungan. Selain mengharapkan perhatian pemerintah perlu juga ada kesadaran kita sendiri dalam menjaganya,” tutur Boy sapaan akrab Syahroni.

Kegiatan ini, lanjut Boy, mendapatkan respon sangat baik dari berbagai kalangan. Buktinya dalam acara pembukaan hampir dihadiri oleh semua undangan. Dari Instansi Dinas Pariwisata Maluku, Badan Pengendali Lingkungan Hidup Maluku, Dinas Perikanan Maluku hadir juga merespon positif kegiatan ini. namun dikarenakan bertepatan dengan agenda Pesta Teluk Ambon ke-10 dan Pesparawi Nasional sehingga mereka tidak bisa hadir.

“Disamping itu, saya atas nama Ketua Panita penyelenggaraan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik Roneela Cotagge, atas partisipasi dan dukungan yang luar biasa sehingga kegiatan kami dapat berjalan dengan baik.”tandasnya.

Lebih lanjut, Djamaun Makuituin selaku Raja Adat Negeri Saleman dalam sambutannya menegaskan bahwa sangat mendukung penuh bentuk kegiatan peduli lingkungan seperti ini, untuk itu saya sangat mengapresiasinya dan mengharapkan kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan dimasa-masa yang akan datang.

Olehnya itu, kegiatan seperti ini tentu dibutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah, karena bagaimana pun peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan. Disamping itu perlu saya sampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang sudah memberikan dukungan dan partisipasinya untuk kelangsungan dan kesuksesan acara ini.

Tokoh Pemuda Negeri Adat Saleman Jefri Makatia, MPA menilai kegiatan ini sebagai sebuah langkah yang baik, sebuah kesadaran masyarakat yang harus diapresiasi mengingat Negeri Saleman adalah tempat yang terkenal akan keindahan alamnya dan juga disekitarnya seperti teluk Desa Rumah Olat dan Sawai yang juga bagus pemandangannya, disamping itu juga terdapat tempat nginap yang sangat bagus dengan fasilitas yang cukup lengkap seperti seperti Roneela Cottage di wilayah pantai Desa Rumah Olat. Tentunya disamping fasilitas yang bagus dan lengkap maka, harus juga didukung dengan lingkungan laut yang bersih termasuk ekosistem laut yang ada di dalamnya, dan Roneela Cottage mempunyai komitmen yang kuat dan konsen terhadap kepedulian lingkungan laut.

Hal ini terlihat bahwa, keberlangsungan dan kesuksesan kegiatan Gerakan Bersih Lingkungan Pariwisata yang digagas oleh pemudah dan mahasiswa masyarakat Raja Adat Negeri Saleman mendapatkan dukungan yang luar biasa baik materil maupun imateril dari Bapak. Letkol Laut, Rudolf. A. Pical dan Ibu selaku pemilik Roneela Cottage.

“Untuk itu, saya selaku pribadi dan juga mewakili masyarakat Raja Adat Negeri Saleman sangat mengapresi dan berterimakasi yang sebesar-besarnya kepada pemilik Roneela Cottage, Bapak. Letkol Laut, Rudolf. A. Pical dan Ibu, atas kerjasamanya. Harapan saya bentuk kepedulian, dukungan serta kerjasama yang diberikan oleh pemilik Roneela Cotagge ini kiranya kedepan terus dibangun dan dapat terjalin satu bentuk kerjasama yang berkesinambungan.”ungkapnya.

Dikatakan pula, pantai Ora dan sekitarnya sudah dikenal dimana-mana. maka, kesadaran masyarakat dalam menjaga dan memelihara lingkungan itu sangat dibutuhkan. Apalagi hampir seluruh mata pencaharian masyarakat maluku ada di laut maka perlu dijaga bersama.

“Kedepan pemerintah juga perlu turun tangan secara aktif dalam mencegah penyebaran dari predator koral yang sangat berbahaya ini (Bintang Laut Berduri-red). Hama ini mampu mematikan koral deng sangat cepat dan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi koral untuk bisa hidup kembali. Tentunya ini sangat mempengaruhi ekosistem laut kita, berdampak secara langsung bagi ekonomi masyarakat. Harus ada perhatian serius dari pemerintah,” harap alumni pasca sarjana UGM ini. (MP-12)

Pos terkait