Ambon, Maluku Post.com – Guna memperkuat stok beras Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku mendatangkan lagi 3.000 ton beras dari Sulawesi Selatan (Sulsel) pekan depan.
“3.000 ton beras tersebut, nantinya 2.500 ton akan ditampung di gudang Bulog yang ada di Kota Ambon dan 500 ton lainnya akan ditempatkan di gudang Kota Tual,” kata Kabid pelayanan publik Divisi Regional (Divre) Bulog Maluku Kadir Kosso di Ambon, Rabu (11/11).
Sedangkan stok yang ada saat ini tercatat sebanyak 4.500 ton dan bisa mengisi permintaan selama tiga bulan ke depan.
Karena itu masyarakat di daerah ini tidak perlu takut akan terjadi kekurangan stok beras sebab persediaan cukup banyak, bahkan stok yang ada bisa mengisi permintaan hingga bulan Januari.
“Bulog selalu menginginkan stok yang ada di Maluku minimal untuk empat hingga lima bulan mendatang, karena itu direncanakan untuk mendatangkan lagi 3.000 ton,” ujarnya.
Hal ini dimaksudkan agar kualitas beras selalu terjaga, lanjutnya, karena itu mendekati tiga bulan ketika stok berkurang, didatangkan lagi beras dari daerah lain.
“Apalagi situasi dan kondisi saat ini yang terjadi hampir disemua wilayah terkena musim kemarau panjang membuat kita harus waspada terutama rawan pangan yang bisa saja terjadi,” ujarnya.
Ditanya terkait pelaksanaan operasi pasar (OP) yang dilakukan Bulog Maluku dengan menjual beras dengan harga Rp8.000/kg, kadir mengatakan hingga kini masih terus berlangsung.
“Selagi belum ada instrukdi dari Bulog Pusat untuk menghentikan OP maka Bulog Maluku tetap melaksanakan,’ ujarnya.
Di Kota Ambon, Lanjutnya, dilakukan secara mobile ke beberapa desa tertentu seperti di Desa Tulehu dan sekitarnya dan juga di lokasi pasar Mardika yang dipusatkan pada dua titik saja.
Dia menambahkan, di pasar Mardika dipusatkan pada dua titik guna menstabilkan harga beras di pasar. (Ant/MP)


