Ambon, Maluku Post.com – Perum Devisi Regional (Divre) Bulog Maluku masih melakukan Operasi Pasar (OP)sehingga harga berbagai jenis beras antarpulau yang ditawarkan para pedagang di dua pasar tradisional di Kota Ambon, bertahan Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Maluku, Kadir Kosso mengatakan, kegiatan OP dengan menjual beras kepada masyarakat dengan harga Rp8.000/Kg.
“Selama belum ada intruksi dari Perum Bulog Pusat terkait penghentian kegiatan OP, maka tetap menjual beras kepada masyarakat dengan harga Rp8.000/kg,” ujarnya.
Kegiatan OP dilaksanakan sejak Juni 2015 hingga sekarang awal November di beberapa titik penjualan di Kota Ambon.
“Yang jelas selagi belum ada instruksi dari pusat untuk menghentikan OP, Bulog Maluku tetap melaksanakan,” kata Kadir.
Sedangkan hasil pemantauan di pasar, Jumat (6/11), harga beras eceran berbagai merek seperti medium, premim dan OP Bulog Maluku masih tetap bertahan seperti biasa.
“Beras premium merek Tawon dan Bulir Mas Rp13.000/Kg, sedangkan beras medium merek Phenisi dan Lumbung Padi rata-rata Rp12.000/Kg. Harga ini sudah bertahan sejak dua bulan terakhir ini,” kata pedagang di pasar Mardika, Amir.
Dia mengatakan, harga beras di distributor pada Oktober 2015 naik Rp5.000/karung kapasitas 25 kilogram, namun tidak mempengaruhi harga eceran di pasar.
Tim pemantau dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Dede Bandjar yang ditemui di pasar mengatakan, selain memantau harga beras di pasar juga memantau harga kebutuhan lainnya.
Dia merujuk gula pasir eks dalam negeri yang harganya masih bertahan yakni Rp12.000/Kg, minyak goreng Bimoli Rp16.000/Kg dan minyak goreng tanpa merek Rp14.000/botol. (ant/MP)


