Ambon, Maluku Post.com – Perum Bulog Devisi Regional (Divre) Maluku, hingga kini masih melaksanakan operasi pasar (OP) dengan menjual beras kepada masyarakat Rp8.000/Kg.
“Bulog Maluku masih melakukan OP di Kota Ambon yang berpusat di pasar Batu merah maupun Mardika,” kata Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Divre Maluku, Kadir Kosso, di Ambon, Rabu (18/11).
Bulog Maluku juga melakukan OP secara mobile ke titik tertentu di Kabupaten Maluku Tengah, tepatnya di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, pulau Ambon.
Kadir mengakui penyaluran beras OP ke pasar Batu merah maupun Mardika sekarang ini sudah tidak lancar seperti yang terjadi beberapa waktu sebab harga beras antarpulau mulai stabil.
“Jadi kalau ada pedagang yang selama ini melakukan kerja sama dengan Bulog menjual beras OP mengajukan permintaan baru diangkut ke pasar,” ujarnya.
Ditanya apakah pelaksanaan OP akan berlangsung terus hingga Desember 2015 menjelang perayaan Natal dan memasuki Tahun Baru 1 Januari 2016, Kadir, menjelaskan, selama belum ada instruksi penghentian pelaksanaan OP dari Pusat, maka Bulog Maluku tetap lakukan OP.
Kadir mengatakan, kegiatan OP sudah berlangsung sejak Juni 2015 hingga sekarang, di beberapa titik penjualan di Kota Ambon termasuk Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
“Yang jelas selagi belum ada instruksi dari pusat untuk menghentikan OP, maka Bulog Maluku tetap melaksanakan,” katanya.
Sedangkan hasil pemantauan di pasar, Rabu, harga beras eceran berbagai merek seperti medium, premium dan operasi pasar Bulog Maluku masih tetap bertahan seperti biasa.
“Beras premium merek Tawon dan Bulir Mas Rp13.000/Kg, sedangkan beras medium merek Phenisi, lumbung padi rata-rata Rp12.000/Kg dan harga ini sudah bertahan sejak dua bulan yang lalu,” kata pedagang di pasar Mardika, Dudi.
Dia mengatakan, perubahan harga beras naik sejak tiga bulan yang lalu ditingkat distributor yakni Rp5.000/karung dengan ukuran 24 Kg, namun tidak mempengaruhi harga eceran di pasar.
“Kita tidak mungkin mau menaikan harga eceran, sebab terjadi perubahan hanya Rp5.000/karung, jadi harga tetap bertahan,” ujar Dudi. (MP-3)


