Menurut Gubernur Maluku Said Assagaff, salah satu indikatornya, adalah pokok pemikiran DPRD yang hanya menjurus kepada program Dinas Pekerjaan Umum (PU), dari pada program pemberdayaan masyarakat miskin.
“Angka kemiskinan naik terus, karena salah satu indikatornya yaitu pokok pemikiran DPRD yang masih lebih mengarah pada Dinas PU dalam hal pembangunan talud. Apa kaitan Talud dengan orang miskin,”kesal Gubernur Said, saat Rapat Kerja Daerah (rakorda) pekan kemarin di Kabupaten Buru.
Untuk itu, dirinya meminta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Maluku, untuk mengonsolidasikan hal ini, agar membuka pola pikir dari DPRD, dalam hal penanganan kemiskinan.
“Jika kita mau angka kemiskinan naik, marilah kita membangun talud, dan mereka harus pahami itu. Silahkan, tetapi tidak saja di Dinas PU, kenapa tidak melakukan pemberdayaan di bidang pertanian, perikanan yang lebih mengarah kepada masyarakat miskin, kenapa mau ingin membangun talud saja. Jika mau menurunkan kemiskinan, maka kita harus merubah semua itu,”ungkapnya.
“Boleh dinas di Dinas PU, tetapi harus dibagi-bagi ke SKPD lainnya, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perikanan, pertanian, dan harus lebih mengarah kepada orang miskin,”pungkasnya. (MP-7)


