“Anggaran dialokasikan baru 70 persen. Namun, itu bukan alasan untuk pengamanan Pilkada tidak diintensifkan,” katanya di Ambon, Senin (23/11).
Dia siap menerapkan adiministrasi minimum dalam pemanfaatan anggaran untuk pengamanan Pilkada.
“Ada strategi khusus yang Polda Maluku siapkan untuk mengatasi keterbatasan anggaran pengamanan Pilkada di empat Kabupaten karena terpenting pemilihan bupati – wakil bupati berlangsung aman, lancar dan sukses,” ujar Kapolda.
Dia telah mengerahkan personel untuk mendukung pengamanan pilkada sesuai permintaan dari empat Kabupaten.
“Kami mengerahkan masing – masing 500 personil ke empat kabupaten dengan dukungan yang siap sewaktu – waktu dikerahkan dari Polda Maluku, brimob dan samapta,” tegasnya.
Dia mengimbau masyarakat agar berperan serta memelihara stabilitas keamanan di Kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Timur Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya yang menyelenggarakan Pilkada pada 9 Desember 2015.
“Sekiranya masyarakat berperan serta memelihara stabilitas keamanan, maka mendukung polisi menjamin penyelenggaraan pilkada berlangsung aman, lancar dan sukses,” kata Kapolda.
Pilkada Buru Selatan diikuti pasangan petahana Tagop Sudarsono Soulissa – Ayup Saleky dan Rivai Fatsey – Anthon Lesnussa. Seram Bagian Timur yakni Mukti Keliobas – Fachri Alkatiri dan Siti Umuriah Suruwaky – Saifudin Go.
Kepulauan Aru menempatkan Johan Gonga – Muin Sogalrey, Welhelm Kurnala – Azis Goin, Joseph Barends – Elisa Darakay dan Gotlief Gainau – Djafruddin Hamu.
Maluku Barat Daya menyertakan, Barnabas Orno – Benyamin Thomas Noach, Simon Mose Maahury – Kim Davist Marcus dan Nikolaus J. Kilikily – Johanes. H Frans. (MP-4)


