Ambon, Maluku Post.com – Puluhan pedagang kali lima (PKL) yang selama ini berjualan di lokasi sekitaran Pasar Nusaniwe melakukan aksi demonstrasi ke gedung DPRD Kota Ambon.
Aksi demo PKL mendapat dukungan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Senin (23/11) itu meminta anggota DPRD segera turun ke lokasi Pasar Nusaniwe guna melihat dari dekat aksi pembongkaran yang sedang dilakukan Pemkot Ambon.
Koordinator lapangan aksi PKL, Mohtadi J Watubun menyatakan para anggota DPRD Kota Ambon harus turun ke lapangan sekarang ini agar melihat kondisi masyarakat terutama keluarga PKL pasca penggusuran tempat-tempat penjualan PKL.
Kemudian, lanjutnya, anggota DPRD juga harus melihat terkait dengan keuangan terutama distribusi yang selama ini dipungut pihak Pemerintah Kota Ambon dari PKL Pasar Nusaniwe, sebab lewat distribusi PKL menjadikan itu guna memperkuat mereka menetap dan berjualan di pasar Nusaniwe.
“Kami kesal, sebab salah satu alasan dari Pemerintah Kota Ambon untuk pelaksanaan pembongkaran itu bahwa tidak ada distribusi selama ini dari PKL pasar Nusaniwe pada hal tagihan itu tetap ada,” ujarnya.
Selain itu kalau memang rencana untuk merelokasi 99 PKL sesuai pendataan ke lokasi pasar Gotong royong yang tidak jauh dari pasar Nusaniwe maka anggota DPRD Kota Ambon juga harus melakukan kunjungan kesana terutama melihat kondisi pasar Gotong royong apa layak tidak untuk berjualan disana.
Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon Rofik Afifudin saat menerima pendemo mengatakan, anggota DPRD akan turun langsung melihat kondisi di pasar Nusaniwe setelah digusur sekaligus melihat kondisi pasar Gotong royong yang akan dijadikan tempat berjualan bagi PKL pasar Nusaniwe yang tergusur.
“Kita akan turun kesana dan melihat, sebab sudah ada informasi bahwa ada kesepakatan untuk direlokasi ke pasar Gotong royong,” ujarnya.
Sesuai dengan aksi tadi, lanjutnya, itukan saya dengar sendiri yang dipersoalkan terkait barang-barang yang sudah dibusur mau diangkat dengan apa, kemudian tempat ibadah yakni musolah yang ada di lokasi pasar Nusaniwe.
“Karena itu yang saya bilang tadi, kita akan turun siang hari ini juga guna melihat dari dekat dan diusahakan agar musolah itu tidak dibongkar dan tetap bisa digunakan,” ujarnya. (MP-2)


