Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menyelesaikan pembangunan akses jalan menuju Negeri Ema, kecamatan Leitimur Selatan pada tahun anggaran 2016.
“Penyelesaian pembangunan jalan ke Negeri Ema merupakan upaya membuka keterisolasian di sejumlah wilayah di Kota Ambon, yang ditunjang dengan penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan memadai,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Rabu (11/11).
Menurut dia, penyelesaian pembangunan jalan ke Negeri Ema menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) Kota Ambon tahun anggaran 2015/2016.
“Penyelesaian pembangunan jalan telah dirancangkan sejak tahun anggaran 2014, tetapi baru direalisasikan pada akhir 2015, sedangkan untuk pembangunan jembatan menggunakan Dana Alokai Khusus (DAK) 2015,” ujar Richard.
Dia mengatakan, penyelesaian pembangunan jalan Negeri Ema sepanjang 1,2 KM dilakukan secara bertahap sejak tahun anggaran 2012, dengan total dana pembangunan jalan sebesar Rp.9,6 miliar.
Pekerjaan pembangunan jalan Negeri Ema dilakukan secara bertahap yaitu tahun anggaran 2012 Rp1,5 miliar, tetapi terkendala sengketa lahan dengan Negeri Kilang.
Dijelaskannya, sengketa lahan yang terjadi menimbulkan efek negatif yakni perbaikan akses jalan menuju Negeri Ema dan ketersediaan sumber air bersih di Negeri Kilang.
“Warga Ema menderita karena tidak memiliki akses jalan yang memadai menuju Negerinya, sedangkan masyarakat Kilang juga mengalami hal serupa karena tidak memiliki sumber air bersih, tetapi kita bersyukur seluruh proses telah selesai sehingga tidak ada lagi perselisihan sehingga direalisasikan pembangunan jalan dan air bersih,” tandas Richard.
Ia mengakui, pembangunan jalan dan jembatan merupakan langkah mengejar ketertinggalan dari desa atau negeri lain, yang mana pembangunan telah berkembang dengan baik.
Jika akses masyarakat selesai dibangun, maka warga khususnya para siswa, bisa ke sekolah dengan baik dan tidak takut terlambat karena kendaraan bisa masuk sampai ke Negeri Ema.
“Akses yang terbatas para siswa akan terkendala untuk bersekolah dengan baik, tetapi jika infrastruktur seperti jalan dan jembatan selesai dibangun, maka para siswa bukan saja bisa bersekolah di kecamatan Leitimur Selatan tetapi di pusat Kota Ambon,” tegas Richard. (MP-3)


