Vlissingen Bantu Sekolah Berbudaya Lingkungan Di Ambon

Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Vlissingen, Belanda akan membantu pengembangan sekolah berbudaya lingkungan hidup atau sekolah hijau (Green School) di Kota Ambon, Maluku.

Wakil Wali Kota Vlissingen, Albert Vader menyatakan kerja sama Ambon-Vlissingen sebagai kota kembar (sister city) akan melanjutkan kembali program bidang pendidikan yakni sekolah berbudaya lingkungan hidup.

“Kunjungan yang dilakukan di sekolah dasar yang menerapkan pendidikan berbudaya lingkungan, kami melihat adanya perkembangan yang baik terutama dalam hal peningkatan kepedulian lingkungan di sekolah dan tempat tinggal,” katanya di Ambon, Rabu (18/11).

Menurut dia, kerja sama yang terjalin selama ini guna pengembangan sekolah berbudaya lingkungan dengan memberikan dana stimulan, serta bantuan bahan ajar dan informasi lingkungan hidup kepada sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Ambon.

“Kerja sama ini telah berlangsung sejak tahun 2006, dan diharapkan akan terus berlanjut agar para siswa dan guru semakin menyadari pentingnya arti kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Benny Kainama mengatakan, ada dua sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah hijau yakni SD Negeri 2 Tanah Tinggi kecamatan Sirimau, dan SDN Silale kecamatan Nusaniwe.

Konsep green school, katanya, merupakan penerapan materi pengajaran yang membahas masalah lingkungan dan upaya pemecahannya.

“Sekolah yang menjadi promotor dari konsep ini nantinya didorong untuk menjadi green point (poin hijau) yang benar-benar akan menjadi ujung tombak menciptakan Ambon hijau dan bersih,” katanya.

Ia mengakui, ada beberapa poin hijau yang harus dicapai untuk memenuhi kualifikasi konsep diantaranya, memasukan pelajaran lingkungan dalam kurikulum sekolah, memiliki sistem pengelompokan sampah di sekolah, serta memiliki lingkungan sekolah yang hijau, serta mengorganisasi aksi kebersihan di sekolah.

Konsep lanjut Benny, bertujuan untuk mengupayakan agar masalah lingkungan terus dibahas dan diterapkan baik dalam pengajaran maupun dalam pengadaan fasilitas yang memajukan prilaku peduli terhadap lingkungan “Para siswa dituntut peduli terhadap lingkungan bukan hanya di sekolah tetapi di tengah-tengah masyarakat para siswa ini juga bisa berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang asri,” tandasnya.

Ditambahkannya, saat ini sebanyak 23 sekolah di Ambon telah menerapkan pendidikan muatan lokal, sedangkan dua sekolah ditetapkan sebagai sekolah berbudaya lingkungan.

“23 sekolah tersebut terbagi untuk jenjang SD hingga SMA dan sederajat, sedangkan dua sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah berbudaya lingkungan itu yakni SD Negeri 2 Tanah Tinggi, dan SDN Silale yang telah menerapkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan lingkungan seperti pengolahan dan daur ulang sampah,” tandasnya. (ant/MP)

Pos terkait