Hein saat dikonfirmasi mengatakan memantau pemilihan Bupati – Wakil Bupati periode 2015 – 2020 di 24 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kota Bula.
“Saya bersama Forkopimda mengitari Kota Bula memantau para pemilih menyalurkan hak politiknya untuk menentukan pemimpin SBT lima tahun mendatang,” ujarnya.
Diakuinya saat pemantauan menyaksikan ada komplain dari sejumlah warga terkait tidak kebagian undangan, namun diselesaikan oleh penyelenggara.
“Pilkada pasti ada yang komplain dan tidak menonjol sehingga ditangani penyelenggara di TPS,” tandasnya.
Hein mengemukakan, telah menyosialisasikan Pilkada kepada masyarakat di 15 kecamatan dengan 192 desa dengan tujuan memanfaatkan hak politik secara bertanggung jawab.
“Kami mengimbau warga agar jangan golput karena menyalurkan hak politik itu menentukan pemimpin lima tahun kedepan untuk mengefektifkan program pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial,” tandasnya.
Pilkada SBT yang diikuti dua pasangan calon Bupati – Wakil Bupati dengan 95.775 pemilih.
95.775 pemilih itu ternyata perempuan lebih banyak yakni 47.922 dan pria hanya 47.853. Pasangan Sitty Suruwaky – Sjaifuddin Goo disapa “Sus Goo” direkomendasikan PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKP Indonesia.
Pasangan lainnya adalah Abdul Mukti Keliobas – Fachry H Alkatiri (MUFAKAT) didukung Partai Gerindra, PKS, PPP dan Demokrat.
Pilkada serentak kelompok pertama di Maluku juga diselenggarakan di Kabupaten Buru Selatan, Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya (MBD).
Pilkada Kepulauan Aru menempatkan Johan Gonga – Muin Sogalrey, Welhelm Kurnala – Azis Goin, Joseph Barends – Elisa Darakay dan Gotlief Gainau – Djafruddin Hamu.
Penyelenggaraan Pilkada serentak kelompok pertama di Maluku juga di Buru Selatan diikuti pasangan petahana Tagop Sudarsono Soulissa – Ayup Saleky dan Rivai Fatsey – Anthon Lesnussa.
MBD menyertakan, Barnabas Orno – Benyamin Thomas Noach, Simon Moses Maahury – Kim Davist Marcus dan Nikolaus J. Kilikily – Johanes. H Frans. (MP-7)


